SEBATIK – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan terus memperkuat pelayanan publik selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Melalui UPT LLA Sebatik, pengawasan dan pengendalian (wasdal) ditingkatkan di sejumlah pasar penjualan takjil serta masjid yang menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat di wilayah Sebatik.
Kegiatan wasdal pasar dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026, mulai pukul 16.30 hingga 18.15 WITA. Pengawasan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat menjelang berbuka puasa, guna menciptakan situasi yang tertib dan kondusif. Sementara itu, penjagaan masjid dilakukan mulai pukul 19.10 WITA hingga selesai untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah saat melaksanakan ibadah malam Ramadan.
Penempatan personel dilakukan di sejumlah titik strategis, yakni Pasar Kampung Baru, Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur (3 personel); Pasar Sungai Pancang, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara (3 personel); Masjid Nurul Huda, Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur (4 personel); Masjid Al Aqsha, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah (2 personel); Masjid Babul Hasanah, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur (2 personel); serta Masjid Al Khair, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik (2 personel).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Abdul Munir, ST, M.A.P, menyampaikan bahwa pelaksanaan wasdal ini bertujuan memberikan ketenangan, keamanan, dan kenyamanan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadan. Menurutnya, agenda tahunan tersebut terus mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah personel maupun pola penjagaan.
“Pada tahun sebelumnya, penjagaan masih terpusat di satu lokasi. Tahun ini, sesuai arahan kepala Dishub Kabupaten Nunukan langsung Ke kepala UPTD Dishub , cakupan penjagaan diperluas ke masjid-masjid yang berada di pinggir jalan dengan jumlah jamaah tinggi sebagai langkah preventif menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Kepala UPT LLA Sebatik, Zainal Abidinsyah, SE, berharap peningkatan pola penjagaan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kelancaran aktivitas masyarakat. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Daerah sebagai wujud kehadiran negara dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan nyaman.
*Versi kabarsebatik.com




