SEBATIK – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Marinir, prajurit Marinir menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan dengan melibatkan masyarakat di wilayah Pulau Sebatik, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI Angkatan Laut kepada masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Tidak sekadar memperingati hari jadi satuan, kegiatan tersebut membawa pesan penting tentang arti pengabdian yang sesungguhnya. Prajurit Marinir hadir di tengah masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai, sungai, kali, dan lingkungan permukiman, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Polsek Sebatik Timur, aparatur desa, Dinas Lingkungan Hidup Sebatik Utara,Kopaska Sebatik, Posal Pancang, serta Posal Sungai Nyamuk. Kebersamaan lintas instansi tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Kapten Marinir Ahmad Rizwan, S.Tr.Han., mengatakan bahwa kehadiran prajurit Marinir di Pulau Sebatik bukan hanya untuk menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kehidupan sosial.
Menurutnya, pengabdian kepada negara dan bangsa Indonesia dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan contoh nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, karena lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang sehat dan nyaman.
Ia menegaskan, persoalan sampah bukan sekadar persoalan pemandangan yang kurang sedap, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, kelestarian alam, dan masa depan generasi mendatang. Sampah yang dibuang sembarangan dapat mencemari sungai, merusak kawasan pantai, serta mengganggu ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, Marinir ingin mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap kebersihan. Menjaga lingkungan tidak harus menunggu kegiatan gotong royong atau kehadiran petugas, melainkan dimulai dari kesadaran setiap individu dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak membuang sampah ke sungai, pantai, maupun saluran air.
Sebab, lingkungan yang bersih tidak akan tercipta hanya dengan mengandalkan pemerintah, TNI, Polri, ataupun petugas kebersihan. Dibutuhkan kesadaran bersama, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap tempat mereka hidup.
Kapten Marinir Ahmad Rizwan juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini tidak berhenti setelah aksi bersih-bersih selesai. Menurutnya, hal terpenting bukan seberapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan dalam satu hari, melainkan bagaimana kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kebiasaan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Ia juga mengajak masyarakat Pulau Sebatik untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya dan identitas daerah perbatasan. Sebagai wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sebatik tidak hanya perlu dijaga dari sisi keamanan dan kedaulatan, tetapi juga harus dirawat keindahan alam, kebersihan, serta kenyamanan lingkungannya.
“Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Kepedulian sederhana, seperti memungut sampah, menjaga kebersihan pantai, tidak mencemari sungai, dan mengajak orang lain untuk peduli lingkungan, juga merupakan bentuk pengabdian yang memiliki makna besar,” demikian pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut.
Peringatan HUT ke-81 Korps Marinir ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena pada akhirnya, kebersihan bukan hanya tentang lingkungan yang terlihat indah hari ini, tetapi tentang warisan kehidupan yang sehat dan layak bagi anak cucu di masa mendatang.(podding).




