Tingkatkan Kompetensi Calon Pekerja Migran, 37 Peserta Ikuti Pelatihan Plantation Worker Sawit di Aji Kuning

5 November 2026, 19:33 WIB

SEBATIK  – Sebanyak 37 peserta dari berbagai daerah, baik dari Kabupaten Nunukan maupun luar daerah, mengikuti pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi Plantation Worker (pekerja perkebunan) kelapa sawit melalui program peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program SMK Go Global Batch 2 Gelombang 3 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Lappae, Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kamis (5/11/2026). Program ini diselenggarakan BP3MI Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan Polri, LPK Roby Perbatasan serta pihak terkait.

Program tersebut merupakan bagian dari Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya peluang kerja di luar negeri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Katim Kelembagaan BP3MI Kaltara Usman, S.E., mewakili Kepala BP3MI Kaltara, Camat Sebatik Tengah Aris Nur, S.STP., M.M., Danki Satgas Pamtas Yon Kav 8 RI-MLY Kapten Sukiman, serta Kapolsek Sebatik Timur IPTU Didik Triastoro, S.H., M.H.

Turut hadir perwakilan Polsek Sebatik Barat, BP3MI Kaltara, penyuluh pertanian Kabupaten Nunukan, Bank BPD Kaltim, Bank BNI Sungai Nyamuk, serta perwakilan pihak perusahaan.

Dalam arahannya, penyelenggara berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian pelatihan dengan baik, tertib, dan penuh tanggung jawab hingga kegiatan selesai.

Peserta juga diharapkan dapat menyerap ilmu pengetahuan serta keterampilan yang diberikan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Selain itu, peserta diimbau untuk menyisihkan sebagian pendapatan ketika nantinya bekerja, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan secara mandiri setelah kembali ke daerah asal.

Sementara itu, Kapolsek Sebatik Timur IPTU Didik Triastoro menjelaskan bahwa Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) merupakan bentuk kemitraan Polri bersama BP3MI Provinsi Kalimantan Utara dalam memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja.

Melalui program tersebut, masyarakat diberikan peluang untuk bekerja di luar negeri melalui jalur yang legal, aman, dan prosedural sesuai kompetensi yang dimiliki. Seluruh biaya pelatihan juga telah ditanggung oleh pihak penyelenggara, jelasnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tetapi juga terbuka bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan SMP sederajat, SMA, maupun pendidikan umum lainnya.

Menurutnya, kesempatan tersebut diberikan karena sertifikat kompetensi menjadi salah satu persyaratan penting yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja di luar negeri. Dengan memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang pekerjaan, calon pekerja diharapkan memiliki bekal dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja internasional, tambahnya.

Melalui pelatihan ini, sebanyak 37 peserta diharapkan memiliki keterampilan dan sertifikasi kompetensi di bidang perkebunan kelapa sawit sebagai bekal untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri, ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan tanda peserta, penyerahan alat tulis kantor (ATK), alat dan bahan pelatihan, serta perlengkapan kepada peserta, kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.

Program SMK Go Global Batch 2 Gelombang 3 Tahun 2026 sekaligus menjadi bentuk sinergi Polri dan BP3MI dalam upaya meningkatkan kualitas serta daya saing calon pekerja migran, mengurangi angka pengangguran, dan mencegah penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui jalur nonprosedural.

Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan para peserta memiliki bekal kompetensi yang memadai untuk memasuki dunia kerja internasional secara legal, aman, dan prosedural, pungkasnya.(Arifuddin).

Berita Lainnya