Staf RRI Nunukan Monitoring Siaran di Sebatik Utara, Perkuat Layanan Informasi Wilayah Perbatasan

6 Februari 2026, 14:50 WIB

SEBATIK UTARA – Radio Republik Indonesia (RRI) Nunukan terus memperkuat perannya sebagai media pemersatu bangsa di wilayah perbatasan. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi sekaligus monitoring kualitas siaran dan pemancar RRI di Kecamatan Sebatik Utara, Jumat, 6 Februari 2026.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Staf RRI Nunukan, Muhammad Wahyu, S.Pd.I dan Hendrikus Manto, yang diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Sebatik Utara, Zainal Abidinsyah, S.E. Monitoring ini bertujuan memastikan siaran RRI dapat diterima secara optimal oleh masyarakat, khususnya warga perbatasan yang sangat bergantung pada informasi publik yang akurat dan terpercaya.

 

Selain memastikan kesiapan teknis siaran, pertemuan ini juga menjadi ajang penguatan koordinasi antara RRI dengan pemerintah kecamatan serta insan pers lokal. Turut hadir wartawan Harian Kabar Sebatik, Arifuddin, yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menggali informasi terkait kondisi sosial dan aktivitas masyarakat setempat.

 

Di sela-sela kegiatan, pihak RRI melakukan wawancara khusus dengan Plt. Camat Sebatik Utara mengenai kebiasaan dan aktivitas masyarakat menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan. Zainal Abidinsyah menyampaikan bahwa Ramadhan dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat hubungan sosial.

 

“Selama Ramadhan, masyarakat Sebatik Utara sangat aktif dalam kegiatan keagamaan seperti shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dzikir, serta memperbanyak sedekah. Kebersamaan antarwarga juga semakin kuat,” ujar Zainal.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama tokoh agama secara rutin melaksanakan Safari Ramadhan dan pengajian di masjid-masjid sebagai sarana silaturahmi sekaligus penguatan keimanan dan persatuan umat.

 

Menurutnya, tradisi ngabuburit dan berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa juga masih sangat hidup di tengah masyarakat. Aktivitas ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal yang menjajakan berbagai makanan khas Ramadhan.

 

“Ini menjadi momen penting untuk menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. UMKM lokal mendapat ruang promosi alami, sementara masyarakat menikmati suasana Ramadhan yang hangat dan penuh kebersamaan,” jelasnya.

 

 

Lebih lanjut, Zainal Abidinsyah

menegaskan bahwa Ramadhan juga merupakan momentum strategis untuk memperkuat moderasi beragama dan menjaga keharmonisan masyarakat yang heterogen di wilayah perbatasan.

“Harapan saya, seluruh warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh, menjaga toleransi, serta memanfaatkan Ramadhan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mempererat kebersamaan,” pungkasnya.

 

*Versi kabarsebatik.com

Berita Lainnya