SEBATIK TIMUR — Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Dapil III, Dr. Andi Muliyono, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat pada Masa Persidangan I Tahun 2025–2026 di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan, harapan, serta berbagai persoalan pembangunan yang mendesak mendapat perhatian pemerintah daerah.
Reses ini turut dihadiri kepala desa Sungai Nyamuk para ketua RT, imam masjid, tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, hingga ibu-ibu setempat. Kehadiran beragam elemen masyarakat tersebut membuat suasana dialog berlangsung aktif, karena setiap peserta diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.”Selasa(02/12).
Ketua RT 02, Wadirman, menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya semenisasi jalan di belakang PLN sepanjang kurang lebih 50 meter yang kondisinya memprihatinkan, persoalan rendahnya tegangan listrik di Jalan Badanmu yang kerap memicu kerusakan perangkat elektronik warga, serta usulan semenisasi Jalan Rambutan.
Sementara itu, Yusuf, salah seorang warga, menyoroti kebutuhan lampu penerangan jalan di Jalan Bhakti Husada.
“Lampu penerangan jalan di Bhakti Husada ini merupakan usulan warga, baik itu tenaga surya atau model lain yang penting bisa menerangi jalan,” ujarnya.
Dr. Andi Muliyono turut menegaskan bahwa beberapa aspirasi bersifat sangat mendesak, khususnya terkait kondisi infrastruktur dasar.
“Yang pertama menjadi urgensi yaitu jalan semenisasi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Saat hujan, masyarakat tidak bisa melintas dan harus menyimpan kendaraan atau berjalan kaki, itu pun menjadi kendala,masyarakat khususnya di sekitar tempat itu meminta untuk kalau tidak bisa semenisasi mungkin bisa diberikan batu kerikil atau tahi batu bahan bahasa biasa pada umumnya.” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Jalan Poros Bhakti Husada yang menghubungkan hingga ke Babatu juga harus segera direalisasikan perbaikannya, termasuk memperhatikan saluran air yang banyak mengalami kemacetan.
“Ada yang lebih mendesak, yaitu pembangunan box culvert atau saluran pembuangan air ke laut. Sampai saat ini pembuangan air kita bisa dibilang nol. Ketika air dari atas turun, harus melalui Sungai Nyamuk yang sering menyebabkan banjir hingga setinggi lutut bahkan lebih. Aktivitas masyarakat lumpuh total, karena air laut bertemu dengan air banjir dari atas,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Dr. Andi Muliyono berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang telah dihimpun pada masa reses.
“Kami meminta kepada pak bupati agar usulan-usulan masyarakat melalui anggota dewan benar-benar bisa terealisasi. Jika aspirasi tidak diwujudkan, apa artinya kerja kami sebagai anggota dewan. Karena itu, kami juga harus melihat kemampuan anggaran secara rinci, dan kami meminta keadilan agar wilayah kami dapat dibangun sebagaimana daerah lain,” pungkasnya.
*Redaksi kabarsebatik.com




