Ramsah Serap Aspirasi Warga Sebatik, Soroti Pupuk, Bantuan Nelayan hingga Infrastruktur Desa

17 Februari 2026, 19:15 WIB

SEBATIK TIMUR – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Sebatik, Ramsah, kembali turun langsung ke masyarakat dalam agenda penjaringan aspirasi (reses) Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Selasa (17/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan.

 

Dalam pertemuan itu, seorang warga mempertanyakan ketersediaan pupuk bagi petani kelapa sawit di Sebatik yang dinilai lebih banyak berasal dari Malaysia dibandingkan produksi dalam negeri. Warga juga menyoroti pemerataan bantuan pukat dan alat tangkap bagi nelayan agar tidak terpusat pada kelompok tertentu. Menanggapi hal tersebut, Ramsah menjelaskan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 33 kelompok telah menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp1 miliar. Namun ia mengakui, keterbatasan anggaran membuat bantuan belum dapat menjangkau seluruh kelompok secara bersamaan.

 

“Memang tidak bisa memuaskan semua masyarakat sekaligus. Karena itu penting bagi kami anggota DPRD memanfaatkan masa reses untuk mendengar langsung kebutuhan warga. Semua masukan menjadi catatan kami untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait,” ujar Ramsah.

 

Ia menegaskan komitmennya agar bantuan pemerintah dapat merata di berbagai desa, termasuk Desa Tanjung Aru dan Desa Tanjung Harapan. Ramsah mengungkapkan, dalam rapat bersama kepala dinas pada Desember lalu, ia secara khusus meminta agar daftar kelompok penerima bantuan tahun 2026 diteliti kembali agar tidak ada yang terlewat. Beberapa kelompok nelayan disebut telah menerima mesin tempel, termasuk mesin 15 PK merek Yamaha, sementara sebagian lainnya akan menerima pada tahap berikutnya sesuai alokasi anggaran.

 

Ramsah juga memastikan dirinya tidak ingin bantuan hanya terfokus pada satu wilayah. Ia meminta dinas teknis untuk menyalurkan bantuan secara proporsional ke sejumlah desa seperti Sungai Nyamuk, Tanjung Aru, dan wilayah lainnya di Sebatik.

 

Selain sektor perikanan dan pertanian, warga turut menyampaikan keluhan terkait infrastruktur jalan, termasuk akses menuju masjid serta jalan aspal yang terputus akibat penyesuaian anggaran 2025. Ramsah menjelaskan bahwa sebagian proyek sempat tertunda karena refocusing anggaran dan pergeseran prioritas, termasuk penanganan abrasi di wilayah pesisir. Namun ia memastikan perbaikan jalan lingkungan tetap menjadi perhatian untuk diusulkan kembali pada anggaran berjalan.

 

Di sektor pariwisata dan penguatan BUMDes, Ramsah mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola wisata, dan dinas terkait. Ia menyebut telah mengusulkan tambahan anggaran kegiatan olahraga dan event desa guna mendukung geliat ekonomi lokal, termasuk pengembangan kawasan Pantai Indah sebagai destinasi unggulan.

 

Menurutnya, pemerataan bantuan dan pembangunan merupakan bagian dari amanah pengabdian kepada masyarakat. “Bantuan ini bukan milik pribadi, melainkan anggaran pemerintah daerah yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Jika merata dan tepat sasaran, itu menjadi ladang ibadah bagi kita semua,” tutupnya.

 

*Podding

Berita Lainnya