SEBATIK – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas progres positif sektor air bersih, khususnya dalam peningkatan kinerja dan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Apresiasi tersebut disampaikan Ramsah di sela rapat kerja bersama jajaran Direksi PDAM, baru-baru ini.
Menurut Ramsah, komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan lahan serta meningkatkan kualitas layanan air bersih patut diapresiasi. Ia menilai langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Ramsah juga menyampaikan kabar baik bagi warga Desa Seberang dan Desa Lapri terkait proses ganti rugi lahan yang selama ini menjadi persoalan. Ia menyebutkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, proses pembayaran ganti rugi lahan warga yang terdampak proyek infrastruktur diperkirakan akan direalisasikan pada awal tahun 2026.
“Ini merupakan pencerahan bagi masyarakat kita di Desa Seberang dan Lapri. Berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah, kemungkinan besar pembayaran ganti rugi lahan akan direalisasikan sekitar bulan Maret atau April 2026,” ujar Ramsah.
Ia menegaskan, kepastian tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus berdampak positif terhadap kondisi ekonomi warga yang telah lama menunggu penyelesaian persoalan lahan.
Selain itu, Ramsah juga memberikan masukan teknis kepada manajemen PDAM agar melakukan pengerukan embung. Langkah tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan daya tampung dan debit air, sehingga distribusi air bersih dapat berjalan lebih optimal, terutama saat musim kemarau.
Tak hanya persoalan lahan dan infrastruktur, Ramsah turut menyoroti pemerataan akses air bersih. Ia menaruh perhatian khusus pada wilayah Sebatik Timur, tepatnya di Desa Tanjung Harapan, Lingkungan RT 04, yang hingga kini belum sepenuhnya menikmati aliran air PDAM secara maksimal.
Ramsah mendesak manajemen PDAM agar segera mengambil langkah teknis konkret untuk memastikan wilayah tersebut dapat segera teraliri air bersih. Menurutnya, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara merata.
Seiring dengan laporan kinerja keuangan PDAM tahun 2025 yang mencatat tren positif, Ramsah berharap manajemen tidak berhenti pada capaian laba semata. Diketahui, BUMD tersebut berhasil membukukan laba meningkat dibanding tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai sekitar Rp4,6 miliar lebih.
“Dengan laba yang naik signifikan mencapai Rp4 miliar lebih ini, saya berharap jajaran direksi tidak berpuas diri. Keuntungan tersebut harus dikonversi menjadi peningkatan kualitas dan jangkauan layanan,” tegasnya.
Ia pun mendorong direksi PDAM agar lebih agresif melakukan ekspansi, khususnya melalui program sambungan pelanggan baru. “Fokus kita adalah bagaimana masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan PDAM bisa segera merasakan manfaat air bersih secara berkelanjutan,” pungkas Ramsah.




