Plt Camat Sebatik Utara Resmikan Penanaman Jagung di Desa Lapri, Perkuat Ketahanan Pangan Wilayah Perbatasan

10 Januari 2026, 10:00 WIB

SEBATIK UTARA – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dari wilayah perbatasan terus digencarkan. Plt Camat Sebatik Utara, Zainal Abidinsyah, SE, secara resmi meresmikan Kegiatan Penanaman Jagung Desa Lapri, Sabtu (10/01/2026), di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi desa berbasis pertanian produktif, sekaligus mendukung agenda nasional ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat desa, khususnya di kawasan perbatasan negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lapri, Kapolsek Sebatik Timur, Babinsa Desa Lapri, personel Polsek Sebatik Timur, para penyuluh pertanian, perangkat desa, serta kelompok tani Desa Lapri.

     Penanaman bibit jagung di Desa Lapri

Dalam sambutannya, Plt Camat Sebatik Utara menegaskan bahwa program pertanian jagung di Desa Lapri telah menunjukkan hasil nyata. Ia mengungkapkan, pada awal Desember 2025, Desa Lapri berhasil melakukan panen jagung sebanyak 1,5 ton, sebuah capaian yang patut diapresiasi.

 

 

“Keberhasilan ini semakin bermakna karena hasil panen tidak berhenti di gudang petani. Polsek Sebatik Timur memfasilitasi pengangkutan jagung hingga ke Bulog Tarakan, dengan harga pembelian sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp6.400 per kilogram,” jelas Zainal Abidinsyah.

 

 

Ia menambahkan, keterlibatan lintas sektor tersebut membuktikan bahwa program pertanian tidak hanya fokus pada proses tanam, tetapi juga memberikan kepastian pasar dan perlindungan ekonomi bagi petani.“Ini membuktikan bahwa program pertanian kita terintegrasi dari hulu ke hilir. Petani tidak lagi dibiarkan berjuang sendiri setelah panen,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Zainal menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung hari ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan simbol penanaman harapan bagi masa depan ekonomi masyarakat desa.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menanam benih jagung, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan ekonomi Desa Lapri. Kunci keberlanjutan program ini adalah kerja sama dan komitmen semua pihak,” ungkapnya.

 

 

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka dengan pernyataan:

“Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Penanaman Jagung Desa Lapri secara resmi saya nyatakan dimulai.”

Acara berlangsung penuh antusias dan semangat kebersamaan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini dinilai menjadi contoh konkret sinergi pembangunan di wilayah perbatasan.

 

 

Program penanaman jagung di Desa Lapri diharapkan dapat terus berkelanjutan dan menjadi model nasional penguatan ekonomi desa berbasis pertanian terintegrasi, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan Indonesia dari beranda terdepan negeri.

 

*Versi”podding

Berita Lainnya