Sebatik Utara – Pemerintah Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Senin (6/4/2026) pukul 09.00 WITA.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt Camat Sebatik Utara, Zainal Abidinsyah, SE, dan dihadiri Kepala Desa Sei Pancang Kaharuddin, S.I.P, jajaran Kecamatan, Ketua dan Anggota BPD Desa Pancang, Bhabinkamtibmas, Direktur serta pengurus BUMDes “Jendela Usaha”, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sei Pancang Kaharuddin menyampaikan bahwa BUMDes “Jendela Usaha” saat ini tengah menjalankan program ketahanan pangan melalui usaha peternakan ayam petelur. Program tersebut telah memasuki fase awal produksi dengan sekitar 45 persen ayam mulai bertelur.
“Ke depan, tingkat produksi diproyeksikan meningkat hingga sekitar 75 persen ayam bertelur setiap harinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil produksi telur nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat dengan harga terjangkau melalui masing-masing RT secara bergilir setiap bulan, menyesuaikan dengan kapasitas produksi. Program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi warga desa.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Pancang Sulaiman Deru menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan BUMDes. Ia berharap laporan yang disampaikan dalam Musdes dapat menunjukkan perkembangan nyata serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“BUMDes harus memberikan dampak positif dan hasil pengelolaannya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya.
Plt Camat Sebatik Utara Zainal Abidinsyah dalam arahannya menyampaikan bahwa Musdes LPJ BUMDes merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan usaha desa sekaligus sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
Menurutnya, BUMDes memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan pendapatan desa serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Forum ini menjadi ruang evaluasi bersama. Kekurangan harus diperbaiki, sementara capaian yang baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan BUMDes secara profesional, transparan, dan akuntabel agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Musyawarah Desa berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan, melalui forum ini lahir berbagai rekomendasi strategis guna memperkuat pengelolaan BUMDes sebagai pilar pembangunan ekonomi Desa Sei Pancang ke depan.
versi kabarsebatik.com




