SEBATIK — Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Yakub, S.Kep., Ns., melaksanakan kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) III, Jumat (21/2). Kegiatan yang berlangsung di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Sebatik, itu dihadiri sekitar 250 peserta dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama masyarakat.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, warga antusias menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, hingga isu strategis kawasan perbatasan. Aspirasi yang paling kuat mengemuka adalah desakan agar pemerintah segera mengaktifkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik yang hingga kini belum beroperasi secara resmi.
Menurut warga, keberadaan PLBN sangat penting untuk mempertegas kedaulatan negara di wilayah terluar, memperlancar aktivitas ekonomi legal lintas batas, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini memiliki ketergantungan sosial-ekonomi dengan wilayah Sabah, Malaysia.
Menanggapi hal tersebut, Andi Yakub menegaskan bahwa perjuangan pengaktifan PLBN Sebatik terus dilakukan melalui berbagai jalur komunikasi dan koordinasi, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia mengaku telah menyuarakan persoalan tersebut dalam berbagai forum strategis, termasuk mendorong komunikasi lintas kementerian.
“Semua upaya sudah kita lakukan. Kita sudah menyuarakan ini dalam berbagai forum, termasuk mendorong komunikasi lintas kementerian. Namun hingga hari ini, persoalan masih buntu pada kesepakatan antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan pihak Pemerintah Sabah,” ujar Andi Yakub.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama adalah belum adanya pengakuan resmi dari pihak Malaysia terhadap Sebatik sebagai exit-entry point yang sah. Menurutnya, dinamika kepentingan politik dan ekonomi di kawasan perbatasan turut memengaruhi lambannya proses tersebut.
“Terlalu banyak kepentingan politik dan ekonomi di perbatasan Sebatik yang akan terdampak jika PLBN resmi diaktifkan. Namun kita tidak boleh berhenti memperjuangkan hak masyarakat perbatasan,” tegasnya.
Andi Yakub memastikan akan terus mengawal isu strategis ini serta mendorong pemerintah pusat agar pengaktifan PLBN Sebatik menjadi prioritas dalam diplomasi bilateral Indonesia–Malaysia. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap solid dan menyampaikan aspirasi secara konstruktif demi masa depan Sebatik yang lebih maju, mandiri, dan berdaulat.
Kegiatan reses ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperjuangkan aspirasi rakyat di wilayah perbatasan.
*KS/AY




