Pimpinan Komisi DPRD Nunukan Mendengar Aspirasi Masyarakat di Krayan Timur.

11 Februari 2026, 16:08 WIB

KRAYAN TIMUR – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H., bersama pimpinan Komisi I dan Komisi III serta Sekretaris Komisi II Ramsah, menggelar dialog malam bersama masyarakat Krayan Timur yang berlangsung hingga lewat tengah malam, Selasa (10/2/2026).

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WITA itu berlangsung sederhana namun penuh makna. Warga perbatasan hadir untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan mendasar yang selama ini dirasakan, mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga pendidikan.

Salah satu keluhan utama warga adalah kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi masyarakat serta akses layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah perbatasan.

Menanggapi hal itu, Andi Fajrul Syam menegaskan bahwa persoalan jalan di Krayan Timur merupakan kebutuhan mendesak. “Jalan ini bukan sekadar soal fisik, tapi menyangkut akses hidup masyarakat. Ini akan menjadi perhatian serius kami di DPRD,” tegasnya.

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan kendala sektor pertanian. Meski Krayan dikenal sebagai daerah penghasil beras berkualitas, keterbatasan jalan tani membuat hasil panen sulit dipasarkan, bahkan sebagian dijual ke Malaysia karena akses yang lebih mudah.

Menurut Andi Fajrul, kondisi tersebut menunjukkan perlunya keberpihakan nyata pemerintah daerah. “Potensi Krayan sangat besar. Tugas kami adalah memastikan hasil petani bisa terserap dengan baik dan tidak terhambat oleh minimnya infrastruktur,” ujarnya.

Isu pendidikan turut mencuat dalam dialog tersebut, mulai dari minimnya fasilitas sekolah, rendahnya insentif guru PAUD, hingga keterbatasan jaringan internet yang menyulitkan sistem pendidikan berbasis digital.

Menutup dialog, Andi Fajrul Syam menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi masyarakat Krayan Timur ke forum Musrenbang dan pembahasan DPRD. “Masyarakat perbatasan tidak minta berlebihan. Mereka hanya ingin keadilan pembangunan dan kehadiran pemerintah secara nyata,” pungkasnya.

 

*Versi kabarsebatik.com

Berita Lainnya