Pesona Krayan Luar Biasa: Garam Gunung Jadi Kebanggaan Perbatasan

11 Februari 2026, 16:40 WIB

KRAYAN INDUK  – Pesona Krayan kembali menegaskan bahwa wilayah perbatasan bukanlah daerah kosong. Di dataran tinggi Kabupaten Nunukan itu, garam tidak lahir dari laut, melainkan dari pegunungan. Keunikan ini menjadi simbol kekayaan alam dan budaya yang patut dibanggakan secara nasional.

 

Keistimewaan tersebut turut mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Nunukan. Ketua Komisi II Andi Fajrul Syam, SH bersama Sekretaris Komisi II Ramsah, serta Ketua Komisi I dan Ketua Komisi III, hadir langsung melihat potensi lokal yang berkembang di wilayah perbatasan tersebut.

 

Menurut Andi Fajrul Syam, garam gunung Krayan bukan sekadar komoditas, tetapi warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan. “Ini bukti bahwa Krayan punya keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Perbatasan bukan daerah kosong, justru di sinilah lahir potensi luar biasa,” ujarnya.

Proses produksi garam yang masih menggunakan metode tradisional menjadi nilai tambah tersendiri. Dari sumber air asin alami di pegunungan hingga proses pemasakan dengan kayu bakar, semuanya mencerminkan kearifan lokal yang tetap terjaga.

Rombongan Komisi DPRD menilai potensi ini perlu didorong melalui penguatan regulasi, pendampingan UMKM, serta dukungan promosi agar mampu menembus pasar nasional. Kolaborasi lintas komisi menjadi langkah strategis agar pengembangan potensi Krayan tidak berjalan sendiri.

Sekretaris Komisi II Ramsah menambahkan bahwa penguatan ekonomi lokal adalah kunci memperkuat wilayah perbatasan. “Kalau produk lokal naik kelas, kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” katanya.

Dengan dukungan bersama Komisi I, II, dan III, DPRD Nunukan berkomitmen menjadikan potensi Krayan sebagai ikon daerah. Garam gunung dari pegunungan ini bukan hanya cerita unik, tetapi simbol kemandirian dan kebanggaan Indonesia di beranda terdepan negeri.

 

*Versi kabarsebatik.com

Berita Lainnya