SEBATIK TIMUR – Masjid Besar Nurul Huda Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan mengangkat tema “Jadikan Sholat dan Sabar Sebagai Solusi Setiap Problem di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah serta masyarakat sekitar, Sabtu malam.Sabtu(17/01).
Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang dihadapkan pada berbagai tantangan kehidupan, khususnya di tengah perkembangan era digital yang serba cepat, kompleks, dan penuh tekanan. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, umat Islam diajak untuk kembali memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai benteng menghadapi berbagai persoalan.
Dalam sambutannya, Saleh, S.Pd., M.A.P Sekretaris Kecamatan Sebatik Timur menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sarat makna, terutama tentang kewajiban sholat dan pentingnya sikap sabar dalam menjalani kehidupan.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita betapa pentingnya sholat dan sabar. Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik bagi umat Islam, dan sudah sepatutnya kita meneladani beliau dengan menegakkan sholat dan membiasakan sabar dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa di era digital, masyarakat kerap dihadapkan pada berbagai persoalan yang dapat memicu stres dan emosi. Oleh karena itu, sholat dan sabar menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap ujian.
“Sholat adalah sumber kekuatan dan ketenangan jiwa, sedangkan sabar membimbing kita untuk bersikap bijak dalam menghadapi kesulitan. Dengan sholat dan sabar, insyaAllah setiap problem di era digital dapat kita hadapi dengan lebih tenang dan penuh keyakinan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Saleh menyinggung Pulau Sebatik yang dikenal sebagai Pulau Santri, serta Kecamatan Sebatik Timur sebagai wilayah perbatasan negara yang memiliki keunikan dan tanggung jawab moral tersendiri.
“Kita harus menjaga dan meningkatkan iman serta takwa agar dapat menjadi contoh yang baik, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai wajah bangsa di wilayah perbatasan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana refleksi diri guna meningkatkan kualitas sholat dan kesabaran, serta memperbanyak amal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Semoga peringatan Isra Mi’raj ini membawa keberkahan dan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.
Acara peringatan Isra Mi’raj tersebut berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Sebatik Timur.
*Podding.




