SEBATIK — Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan mesin tempel Honda 20 PK kepada kelompok nelayan di Pulau Sebatik, Kamis (13/11/2025). Penyerahan dilakukan di Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, dan turut dihadiri perwakilan Agen Honda Tarakan, Joko Susilo dari PT Honda Indonesia, jajaran Dinas Perikanan, serta para penyuluh perikanan.
Bantuan ini merupakan realisasi Pokir anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik, Hamsing, S.Pi, sebagai upaya meningkatkan sarana penangkapan ikan dan menekan biaya operasional nelayan di wilayah perbatasan.
Hamsing: Mesin Lebih Irit, Biaya Melaut Bisa Turun Hingga Separuh
Dalam keterangannya, Hamsing menyampaikan bahwa mesin Honda 20 PK dipilih karena dinilai lebih irit dan mudah dirawat. Ia menjelaskan bahwa dari hasil kajian, mesin tersebut berpotensi menurunkan biaya melaut nelayan dari kisaran 5–6 juta menjadi sekitar 2–3 juta sekali turun melaut.
“Ini bentuk perhatian kami terhadap aspirasi nelayan. Kami ingin ada mesin yang hemat operasional tapi tetap kuat dan mudah perawatan, dan Honda 20 PK ini salah satu yang paling efisien,” ujar Hamsing.
Ia menambahkan bahwa usulan bantuan mesin, jaring, dan alat tangkap lainnya sudah disampaikan masyarakat sejak tahun lalu, dan dirinya terus memperjuangkannya agar terealisasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran pemerintah.
Dorong Infrastruktur Perikanan
Selain alat tangkap, Hamsing juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung nelayan. Ia menyebut seperti rehab dan perpanjangan Jembatan jerambah sebagai salah satu wujud nyata peningkatan fasilitas nelayan utk d manfaatkan sebagai sarana bongkar muat ikan.
“Semua aspirasi masyarakat pasti kami perjuangkan. Hanya saja tidak bisa sekaligus, karena anggaran memang terbatas. Tapi setiap usulan pasti kami prioritaskan sesuai kebutuhan lapangan,” tegas Hamsing.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan: Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Nelayan
Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan menjadi dorongan bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas.
“Kami berharap nelayan semakin semangat melaut dan bantuan ini bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” jelas perwakilan Dinas Perikanan.
PT Honda Indonesia: Mesin 4-Tak Lebih Irit dan Ramah Lingkungan
Perwakilan PT Honda Indonesia, Joko Susilo, menjelaskan bahwa mesin Honda 20 PK merupakan mesin 4-tak yang lebih efisien dibanding mesin 2-tak.
“Mesin 4-tak ini bensin dan olinya terpisah. Lebih irit, ramah lingkungan, dan mudah perawatan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Honda menyediakan propeller tiga daun untuk akselerasi dan empat daun bagi nelayan yang membawa beban berat, seperti rumput laut. Dengan perawatan rutin, usia pakai busi bisa mencapai tiga hingga empat tahun.
Honda juga memberikan garansi resmi serta pelatihan teknisi dan servis gratis setelah satu tahun pemakaian.
“Kami berharap nelayan bisa menghemat bahan bakar hingga 50–60% sehingga biaya operasional bisa ditekan,” tutupnya.
Redaksi :kabarsebatik.com




