SEBATIK BARAT — Bupati Nunukan, Irwan Sabri, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Nunukan ke-XXI di Lapangan Sepak Bola Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Minggu malam (26/4/2026). Pembukaan berlangsung meriah dan khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda, DPRD Nunukan, para camat se-Kabupaten Nunukan, kepala desa, tokoh agama, serta ribuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Nunukan menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui MTQ ke-21 ini saya berharap nantinya dapat menumbuhkan spirit dan energi baru bagi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengamalkan Al-Qur’an di dunia nyata,” ujar Irwan Sabri.
Ia menambahkan, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang mampu menjadi petunjuk serta penyelamat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, kegiatan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga berakhlak mulia dan berkontribusi bagi pembangunan daerah, jelasnya.
Rangkaian pembukaan diawali dengan defile kafilah dari 13 kecamatan se-Kabupaten Nunukan yang berlangsung semarak. Berdasarkan data surat mandat panitia, jumlah peserta dan official yang mengikuti MTQ mencapai 789 orang.
Adapun rincian kafilah yakni Kecamatan Nunukan sebanyak 72 orang, Sebatik 74 orang, Sebatik Timur 70 orang, Sebatik Utara 68 orang, Sebatik Tengah 65 orang, Sei Menggaris 63 orang, Tulin Onsoi 45 orang, Sembakung 47 orang, Sembakung Atulai 46 orang, Lumbis 65 orang, Nunukan Selatan 66 orang, Sebatik Barat 68 orang, serta Sebuku 40 orang.
Suasana pembukaan semakin khusyuk dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di arena utama MTQ. Puncak seremoni ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Nunukan didampingi unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya sebagai tanda resmi dimulainya MTQ Kabupaten Nunukan ke-XXI.
Kemeriahan malam pembukaan juga semakin terasa dengan penampilan tari kolosal seni Islami yang dibawakan oleh 98 penari. Atraksi budaya tersebut memukau para tamu dan masyarakat yang memadati arena kegiatan.
Pelaksanaan MTQ ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat religius masyarakat di wilayah perbatasan, sekaligus mempertegas identitas Sebatik Barat sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan budaya Islami yang luhur, pungkasnya.
*ys/ks




