NUNUKAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat Dapil II Kecamatan Nunukan Selatan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah Nunukan Induk dan Nunukan Selatan yang digelar di Nunukan.”Jumat(13/02).
Dalam forum tersebut, Andi Fajrul Syam, SH menyampaikan bahwa Musrenbang harus menjadi ruang evaluasi dan koreksi nyata terhadap arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menilai forum perencanaan tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan tanpa keberanian menetapkan prioritas yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, keluhan utama warga masih berkisar pada ketimpangan infrastruktur produksi yang menghambat pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya sektor perikanan dan pertanian. Ia menyoroti kerusakan jerambah perikanan rumput laut yang berdampak signifikan terhadap pendapatan petani pesisir.
“Jika jerambah berfungsi optimal, perputaran ekonomi bisa mencapai miliaran rupiah per tahun. Namun ketika rusak dan tidak segera diperbaiki, kerugian masyarakat jauh lebih besar dibanding biaya pembangunannya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan persawahan. Keberadaan JUT yang layak, kata dia, terbukti mampu meningkatkan produktivitas gabah sekaligus menekan biaya produksi petani. “Infrastruktur kecil seperti ini justru memberi efek ekonomi yang besar dan berulang setiap tahun,” ujarnya.
Andi Fajrul Syam menilai persoalan utama bukan semata keterbatasan anggaran, melainkan ketidaktepatan dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Ia mendorong pemerintah daerah agar berani memfokuskan anggaran pada program-program yang benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat.
Sebagai Ketua Komisi II yang membidangi sektor ekonomi dan pembangunan, ia memastikan DPRD akan terus mengawal agar pemerataan infrastruktur produksi menjadi prioritas utama. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya tercatat di atas kertas, tetapi harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai jalan nyata keluar dari kemiskinan.
*Versi kabarsebatik.com




