NUNUKAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, SH, turun langsung melakukan monitoring ke lokasi longsor di kawasan Bukit Cinta, yang berada sangat dekat dengan permukiman warga, tepatnya di sekitar rumah Bapak Sour Sihombing.Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus merespons kekhawatiran warga.”Sabtu(17/1).
Dalam peninjauan tersebut, Andi Fajrul Syam melihat langsung kondisi tanah yang mengalami pergerakan cukup serius. Retakan tanah dilaporkan kini hanya berjarak sekitar ±10 sentimeter dari dinding rumah warga, sehingga dinilai sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani.
Tak hanya itu, bagian belakang rumah warga juga sudah terdampak langsung oleh efek longsoran. Material tanah dan bebatuan tampak berada sangat dekat dengan bangunan rumah, yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih parah jika terjadi longsor susulan.
Menurut Andi Fajrul Syam, kondisi ini akan semakin mengancam ketika hujan deras turun. Ia menegaskan bahwa setiap intensitas hujan tinggi berpotensi memicu longsor lanjutan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa warga di sekitar lokasi.
“Ini bukan sekadar kerusakan tanah atau infrastruktur. Ini sudah menyangkut keselamatan jiwa warga. Jangan menunggu rumah benar-benar hilang baru kita bergerak,” tegas Andi Fajrul Syam saat berada di lokasi.
Ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak mengulangi pola lama dalam penanganan bencana, yakni lamban saat warga mulai cemas, namun panik setelah bencana benar-benar terjadi dan menimbulkan korban.
Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, lanjutnya, mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata dan terukur, baik penanganan darurat maupun solusi permanen, guna mencegah longsor susulan di kawasan rawan tersebut.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Penanganan longsor tidak boleh ditunda. Jangan tunggu rumah hilang baru bertindak,” pungkasnya.
*Versi kabarsebatik.com




