NUNUKAN – Akses ekonomi warga RT 12 Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, mendadak lumpuh setelah jembatan yang menjadi penghubung utama aktivitas masyarakat ambruk. Infrastruktur yang selama ini menjadi jalur vital mencari nafkah itu roboh dan nyaris memakan korban. Beruntung tidak ada luka berat dalam kejadian tersebut.”Kamis(26/02).
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, SH, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses hidup masyarakat yang setiap hari digunakan untuk bekerja dan menjalankan roda ekonomi keluarga.
“Ini bukan sekadar kayu patah atau jembatan rusak. Ini akses ekonomi warga. Jangan sampai harus menunggu korban jiwa baru ada tindakan,” ujarnya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui dinas terkait agar segera turun tangan melakukan penanganan darurat sekaligus menyiapkan perbaikan permanen.
“Fokuslah pada kebutuhan dasar masyarakat seperti ini. Infrastruktur lingkungan yang menyangkut keselamatan dan penghidupan warga harus menjadi prioritas,” jelasnya.
Andi juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menunggu persoalan menjadi viral terlebih dahulu sebelum bergerak.
“Jangan tunggu viral baru ada tindakan. Pemerintah harus peka dan responsif terhadap kondisi riil di lapangan,” ungkapnya.
Ia memastikan Komisi II DPRD akan mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pihak eksekutif.
“Kami akan terus mendorong agar perbaikan segera dilakukan. Keselamatan dan ekonomi masyarakat tidak boleh dipertaruhkan,”pungkasnya.
*Versi kabarsebatik.com




