FORKOPIMCAM SEBATIK TIMUR GELAR OPERASI PENDUDUK PENDATANG JELANG NATARU 2025

29 Desember 2025, 23:09 WIB

SEBATIK TIMUR – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sebatik Timur menggelar operasi pendataan penduduk pendatang yang menggunakan KTP luar daerah, disertai pengambilan sampel darah di sejumlah rumah kos-kosan, penginapan, serta tempat hiburan, Senin (29/12/2025).

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Sebatik Timur.

Operasi tersebut melibatkan unsur Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur, TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Sungai Nyamuk, serta Karantina Kesehatan Tarakan wilayah kerja Sebatik. Sasaran operasi difokuskan pada rumah kos-kosan dan warga pendatang yang berdomisili sementara dengan menggunakan KTP luar daerah.

 

Dari hasil operasi, petugas mendapati cukup banyak warga pendatang yang bekerja di sejumlah titik, di antaranya kawasan Ambalat Sungai Nyamuk serta beberapa lokasi hiburan di Pulau Sebatik. Terhadap warga yang terdata, petugas melakukan pendataan administrasi sekaligus tracking kesehatan sebagai langkah pengawasan lanjutan.

 

Pengambilan sampel darah dilakukan sesuai prosedur oleh petugas Puskesmas Sungai Nyamuk dan Karantina Kesehatan Tarakan wilayah kerja Sebatik. Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan humanis serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan dini.

 

Dari pantauan tim media di lapangan bersama Forkopimcam Sebatik Timur, petugas juga menemukan sejumlah warga pendatang yang bekerja secara lepas (freelance) dengan KTP luar daerah. Selain itu, terdapat pula beberapa penduduk usia remaja yang masih di bawah ketentuan usia tertentu dan belum memiliki status pernikahan, sehingga menjadi perhatian khusus untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lanjutan sesuai aturan yang berlaku.

 

Kepala Puskesmas Sungai Nyamuk, Muhammad Akbar, menjelaskan bahwa sampel darah yang diambil akan diperiksa di laboratorium menggunakan rapid test, khususnya untuk mendeteksi penyakit menular seperti sifilis dan HIV.

“Hasil pemeriksaan bersifat rahasia. Jika ditemukan hasil reaktif atau positif, yang bersangkutan akan dipanggil secara khusus untuk konseling dan penanganan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan,” jelasnya. Ia menambahkan, untuk wilayah Sebatik Timur dilakukan pengambilan sampel darah terhadap 8 orang, sementara di wilayah Sebatik Utara sebanyak 10 orang.

Sementara itu, Camat Sebatik Timur H. Andi Joni menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya pencegahan penyebaran virus HIV yang saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Kegiatan malam ini merupakan bentuk tindak lanjut dari upaya pencegahan penyebaran virus HIV. Saat ini Kalimantan Utara termasuk salah satu daerah dengan tingkat penyebaran HIV yang cukup tinggi, sehingga kami di tingkat kabupaten, kota hingga kecamatan melakukan langkah-langkah tracking terhadap suspek yang dinilai berpotensi berisiko. Kegiatan ini perlu terus berkelanjutan karena kondisinya sangat mencemaskan dan membutuhkan penanganan serius, termasuk tindak lanjut dari dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan di Pulau Sebatik, agar upaya pencegahan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Camat Sebatik Timur juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum dari TNI dan Polri, Satpol PP, Danramil, petugas kesehatan, serta rekan-rekan media yang telah ikut terlibat dan mendukung kelancaran kegiatan malam ini,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Forkopimcam Sebatik Timur berharap dapat menciptakan situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif menjelang pergantian tahun 2025, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan dan menjaga kesehatan bersama.

 

*Versi kabarsebatik.com

Berita Lainnya