SEBATIK – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan Dapil Sebatik, H. Firman Latif, menyampaikan tanggapannya terkait persoalan penahanan mobil/truk yang akan naik LCT (Landing Craft Tank) di wilayah Sebatik. Ia menilai kebijakan tersebut sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, sopir angkutan, dan para pengusaha lokal.”Sabtu(14/02).
H. Firman Latif menegaskan bahwa aktivitas LCT merupakan urat nadi distribusi barang di wilayah perbatasan. Jika truk pengangkut tidak diberangkatkan, maka roda ekonomi masyarakat akan lumpuh. “Truk-truk itu mengangkut sembako, hasil pertanian, dan barang dagangan para pengusaha. Kalau tertahan dua sampai tiga hari, barang bisa rusak dan yang dirugikan adalah masyarakat kecil,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi geografis Sebatik berbeda dengan daerah lain karena berada di wilayah pesisir dan perbatasan. Hampir setiap desa memiliki titik pembongkaran barang. Karena itu, ia meminta agar kebijakan penegakan aturan dilakukan dengan mempertimbangkan realitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Ia pun meminta kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar menerapkan pendekatan kearifan lokal dalam menjalankan regulasi. Menurutnya, aturan tetap harus ditegakkan, namun perlu ada kebijakan atau diskresi yang berpihak pada keberlangsungan ekonomi warga. “Regulasi jangan diabaikan, tetapi juga jangan mematikan usaha masyarakat. Harus ada pendekatan yang bijak,” tegasnya.
H. Firman Latif juga menyoroti sulitnya proses perizinan terminal khusus (tersus) yang harus melalui berbagai kementerian di pusat. Hal ini menjadi kendala besar bagi pengusaha kecil di Sebatik. “Mereka ingin resmi, tapi prosesnya panjang dan tidak mudah. Pemerintah dan KSOP seharusnya membantu memfasilitasi, bukan langsung melakukan penahanan,” jelasnya.
Ia berharap aktivitas pengangkutan tetap diberikan kelonggaran sementara waktu, sembari para pengusaha dibimbing untuk mengurus kelengkapan perizinan secara bertahap. Menurutnya, jika distribusi barang dihentikan total, maka dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan dan kenaikan harga sembako di wilayah perbatasan.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Sebatik, H. Firman Latif menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat. “Kami mohon ada kebijakan khusus agar ekonomi masyarakat tetap berjalan. Jangan sampai sopir dan keluarga mereka menjadi korban. Semua pemimpin tentu ingin masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.
*Versi kabarsebatik.com




