Deddy Yevri Hanteru Sitorus Salurkan PIP 2025 untuk 63 Pelajar Madrasah di Sebatik

8 Desember 2025, 15:24 WIB

KABAR SEBATIK — Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025 kembali disalurkan kepada para pelajar di Pulau Sebatik. Penyerahan bantuan digelar di salah satu ruang kelas Madrasah Haji Beddu Rahim, Senin (8/12/2025), dan disambut antusias oleh para siswa, guru, serta orang tua.

 

Sebanyak 63 siswa menerima kartu dan sertifikat pencairan PIP secara simbolis. Bantuan ini merupakan hasil perjuangan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara

Dari fraksi PDI perjuangan Deddy Yevri Hanteru Sitorus, yang hadir langsung menyerahkan bantuan dan ikut berfoto bersama para penerima serta pendamping orang tua.

Dalam kesempatan itu, Deddy menjelaskan panjangnya proses perjuangan pengalokasian PIP untuk wilayah-wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara. Menurutnya, jatah PIP untuk daerah luar Jawa cenderung lebih kecil karena komposisi anggota DPR yang didominasi dapil-dapil besar.

 

“Untuk SD, SMP, SMA sudah disalurkan beberapa waktu lalu. Khusus madrasah ini kita perlu pendekatan lebih jauh. Saya lobi ke teman-teman di Komisi IX agar ada slot untuk madrasah dan pesantren. Untungnya, sesama anggota Fraksi PDI Perjuangan bersedia mengalokasikan sebagian jatah mereka,” ujar Deddy.

 

Ia menjelaskan bahwa perjuangan itu tidak mudah karena tiga anggota DPR RI asal Kalimantan Utara tidak ada yang duduk di Komisi IX, komisi yang membidangi urusan pendidikan dan ketenagakerjaan. Namun, menurutnya penugasan komisi tidak menjadi penghalang untuk bekerja lintas sektor.

 

“Komisi itu tempat penugasan, tapi kolaborasi tetap bisa dilakukan. Karena itu saya juga bisa memperjuangkan anggaran jalan, jembatan, bandara, rumah sakit, pertanian, dan nelayan,” tegasnya.

 

Deddy juga menyinggung capaian penyaluran PIP untuk Kaltara pada periode sebelumnya yang bisa mencapai hampir 10 ribu penerima per tahun. Namun, tahun ini alokasi menurun drastis.

 

“Tahun ini mungkin tidak sampai 2.000 yang bisa kita perjuangkan. Untuk madrasah sendiri baru sekitar 200–300, ditambah KIP Kuliah untuk mahasiswa,” jelasnya.

 

Ia menegaskan bahwa kondisi ini menggambarkan pentingnya keberpihakan pemerintah kepada daerah-daerah perbatasan yang representasi politiknya terbatas.

 

“Sementara kita di Kaltara hanya punya tiga anggota DPR. Daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah punya puluhan. Karena itu memperjuangkan daerah kita tidak mudah. Pemerintah seharusnya melihat bahwa bukan hanya daerah padat penduduk yang harus diperhatikan, tetapi juga wilayah perbatasan seperti kita,” ujarnya.

 

Di akhir kegiatan, Deddy menyampaikan pesan khusus kepada orang tua agar bijak memanfaatkan bantuan PIP dan mendukung anak-anak tetap disiplin dalam belajar.

 

“Saya berharap orang tua melihat bantuan ini sebagai kesempatan. Banyak yang membutuhkan program ini, tapi tidak semua bisa dapat. Gunakan dana sesuai kebutuhan sekolah anak, jangan untuk hal lain. Pastikan mereka lebih rajin belajar,” pesannya.

 

Penyerahan PIP di Sebatik ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pemerataan akses pendidikan bagi pelajar di wilayah perbatasan Indonesia.

 

*EDITAN KABARSEBATIK.COM

Berita Lainnya