JAKARTA – Jatuhnya pesawat Air Tractor AT-802 di wilayah Pa’bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026), masih menyisakan duka mendalam. Kapten Hendrick Lodewyck Adam dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Di tengah suasana berduka, perhatian publik tertuju pada keberlanjutan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah terisolir Krayan.
Selama ini, suplai BBM ke kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal) seperti Krayan dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor milik Pelita Air Service. Kecelakaan tersebut sempat memunculkan kekhawatiran terhambatnya pasokan energi bagi masyarakat di perbatasan Indonesia–Malaysia itu.
Hal ini menjadi perhatian serius Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Deddy Sitorus. Politisi PDI Perjuangan yang juga dikenal sebagai pelopor distribusi BBM satu harga di Krayan dengan moda pesawat ini menegaskan bahwa suplai energi bagi warga perbatasan tidak boleh terhenti.
“Biar bagaimana pun Krayan itu bagian dari NKRI. Pemerintah harus berbuat adil,” ujar Deddy. Ia menekankan bahwa kehadiran negara harus dirasakan hingga ke wilayah paling terisolir sekalipun, termasuk dalam hal akses energi.
Sebagai Anggota Komisi II DPR RI, Deddy langsung berkomunikasi dengan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, anak usaha dari PT Pertamina (Persero) yang bertanggung jawab atas distribusi BBM di seluruh Indonesia. Pada pukul 15.00 WIB, Deddy mengunggah potongan percakapan dengan Dirut Patra Niaga yang memastikan distribusi BBM ke Krayan tetap berjalan normal.
Dalam pesan tersebut disampaikan rencana pengangkutan BBM untuk SPBU 3T Krayan pada Sabtu, 21 Februari 2026, menggunakan pesawat PK-WNL tipe AT-802 milik PT Aman Air. Langkah ini menunjukkan bahwa Pertamina segera menyiapkan armada alternatif guna menjaga pasokan tetap lancar.
Kepastian itu membuat Deddy merasa lega. Ia juga memastikan bahwa aspek keselamatan penerbangan menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang. Pertamina disebut akan melakukan pengawasan ketat sesuai prosedur keselamatan (safety) dalam proses distribusi udara tersebut.
Unggahan Deddy di media sosial pun menuai respons positif. Akun Purani Jaui menuliskan, “Keren gerak cepat untuk masyarakat di perbatasan.” Sementara Rusli R Labo berkomentar, “Terima kasih Pak Deddy Sitorus karena selalu terus berjuang demi masyarakat 3-T khususnya Krayan.”
Sejak awal insiden, Deddy memang aktif menyampaikan perkembangan kepada publik. Dalam unggahan sebelumnya, ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pilot dan meminta masyarakat Krayan bersabar menunggu pesawat pengganti. Kini, dengan langkah cepat Pertamina mencarter pesawat milik Aman Air, distribusi BBM ke Krayan dipastikan kembali berjalan, menjaga denyut aktivitas dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan tersebut. (pai)(Fdl)Ks




