SEBATIK TIMUR – Suasana akrab dan penuh kehangatan menyelimuti Warkop Cabulo, Jumat malam, 06 Sampai 8 Februari Cabulo Cup I Tournament Domino 2026 digelar. Di balik denting kartu domino dan obrolan ringan antar peserta Pordi Sebatik Menjadi Panitia di turnamen ini, ruang berkumpul warga dari berbagai gardu se-Pulau Sebatik untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan mengasah strategi.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini dimaknai peserta sebagai tempat melatih konsentrasi dan cara berpikir. Bagi mereka, domino bukan hanya permainan angka, tetapi sarana memperkuat kebersamaan dan melatih logika, menjadikan Cabulo Cup I sebagai peristiwa sosial yang hangat di tengah kehidupan masyarakat Sebatik.
Sebanyak 96 pasangan ambil bagian dalam turnamen yang digagas Gardu Cabulo Group tersebut. Sejak pertandingan dimulai, para peserta tampak serius namun santai, saling melempar senyum dan canda, menciptakan suasana kompetitif yang tetap akrab dan penuh sportivitas.
Menariknya, bagi sebagian peserta, turnamen ini bukan soal besarnya hadiah. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa keikutsertaannya lebih didorong oleh keinginan untuk melatih kemampuan berpikir dan mengasah strategi dalam permainan.
“Bukan hadiahnya yang kami lihat, tapi di sinilah tempat kami bisa mengasah otak dan melatih cara berpikir,” ujarnya sembari tersenyum di sela pertandingan.
Permainan domino, menurut para peserta, menuntut konsentrasi, ketenangan, serta kemampuan membaca peluang dan lawan.
Setiap kartu yang dimainkan bukan sekadar angka, tetapi keputusan yang lahir dari perhitungan dan kerja sama antar pasangan.
Panitia pelaksana menilai turnamen ini menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi, mempererat silaturahmi, sekaligus mengangkat domino sebagai permainan yang memiliki nilai edukatif dan intelektual.
Dengan total hadiah Rp7,3 juta serta piala bergilir PORDI Sebatik, Cabulo Cup I Tournament Domino 2026 diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus wadah sederhana yang mempertemukan logika, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Pulau Sebatik.




