SEBATIK TIMUR — Semangat gotong royong kembali menguat dari wilayah perbatasan Indonesia. Melalui inovasi bertajuk “Gema Asri Sakti” (Gerakan Masyarakat Aman, Sehat, Resik, Indah Sebatik Timur), pemerintah kecamatan bersama warga berhasil menggerakkan aksi nyata dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.Jumat.(17/04).
Aksi tersebut terlihat dalam kegiatan “Jumat Bersih” yang digelar pada Jumat (17/4/2026) sejak pukul 07.00 WITA di Jalan Bhakti Husada, Desa Sungai Nyamuk. Warga bersama aparat pemerintah turun langsung melakukan penimbunan dan perbaikan jalan berlubang demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat Dr. Kamal Suriyanto, jajaran Polsek Sebatik Timur, Danposal Sei Nyamuk, Satpol PP, Puskesmas Sei Nyamuk, Yayasan As’adiyah, staf kecamatan, pemerintah desa se-Kecamatan Sebatik Timur, hingga masyarakat umum. Total sekitar 50 orang ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Ini gerakan bersama. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Kita ingin budaya hidup bersih, sehat, dan aman benar-benar menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program “Gema Asri Sakti” akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat dengan fokus pada perbaikan lingkungan, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pembersihan drainase.
Tingginya antusiasme warga, termasuk kalangan generasi muda, menjadi indikator kuat bahwa nilai gotong royong masih hidup dan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan.
Selain memperindah lingkungan, gerakan ini juga diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan serta mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.
Ke depan, program ini akan diperkuat melalui edukasi pengelolaan sampah serta lomba kebersihan antar desa guna mendorong partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
“Gema Asri Sakti” kini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan signifikan dari tingkat lokal—bahkan dari kawasan perbatasan negara.
*humas sakti




