KALIMANTAN UTARA,Sebatik – Semangat kebangsaan sekaligus komitmen memperkuat perlindungan anak digaungkan dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Kirab Kebangsaan dan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter yang dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERMAS RANA), Kamis (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nasionalisme masyarakat perbatasan sekaligus memastikan lingkungan pendidikan, khususnya madrasah, pondok pesantren, dan sekolah keagamaan di Kalimantan Utara, menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak.
Sejumlah unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penyelenggara pemilu turut hadir. Di antaranya Gubernur Kalimantan Utara, Bupati Nunukan, tokoh masyarakat H. Herman, Ketua KPU Nunukan, tokoh agama, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Dapil Sebatik seperti Ramsah, Andi Mulyono, S.H., M.H., H. Firman Latif, Hamsing, perwakilan Kapolda dan Kapolres, Bawaslu, anggota majelis agama, Forkopimda, Forkopimcam, TNI-Polri, para camat se-Kecamatan Sebatik, Densus 88 Antiteror, Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, serta Danramil 0911-02/Sebatik.
Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Kirab Kebangsaan di wilayah perbatasan memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga memperkuat persatuan dan nasionalisme masyarakat di kawasan perbatasan.
“Ini kegiatan kebangsaan di wilayah perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah melaksanakan kegiatan ini,” ujar Zainal.
Ia mengatakan, peluncuran GERMAS RANA di madrasah, pondok pesantren dan sekolah keagamaan di seluruh Kalimantan Utara merupakan langkah penting dalam memastikan anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan terlindungi.
“Kegiatan ruang aman nyaman anak di sekolah-sekolah madrasah, pesantren dan sekolah keagamaan di seluruh Provinsi Kalimantan Utara hari ini diluncurkan sesuai dengan perintah Menteri Agama. Pembentangan bendera sepanjang 81 meter juga hari ini selesai kita laksanakan,” katanya.
Perkuat Nasionalisme di Wilayah Perbatasan
Zainal menegaskan, wilayah perbatasan seperti Sebatik memiliki posisi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, masyarakat di perbatasan diharapkan terus memperkuat persatuan dan rasa cinta tanah air.
“Harapan kita khususnya saudara-saudara di perbatasan semakin kuat persatuan dan nasionalisme, kemudian jaga dengan baik wilayah perbatasan kita,” tegasnya.
Selain aspek kebangsaan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan anak dalam menempuh pendidikan, terutama di pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.
Zainal menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak lagi merasa khawatir ketika menyekolahkan anak-anak mereka di pondok pesantren maupun lembaga pendidikan keagamaan.
“Yang pertama, yakinkan kepada seluruh orang tua murid yang akan menyekolahkan anak-anaknya di pondok pesantren dan pendidikan keagamaan, bahwa rasa aman dan rasa nyaman bersekolah itu menjadi komitmen untuk selalu dijaga,” ujarnya.
Dengan adanya gerakan tersebut, lanjut Zainal, kekhawatiran orang tua terhadap keamanan anak selama berada di lingkungan pendidikan diharapkan semakin berkurang.
“Sehingga kekhawatiran orang tua, rasa takut menyekolahkan anaknya di pesantren, tidak ada lagi,” tambahnya.
Pemprov Kaltara Siap Dukung
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, kata Zainal, memastikan dukungan terhadap GERMAS RANA tidak berhenti pada kegiatan peluncuran. Pemprov Kaltara akan terus bersinergi dengan berbagai instansi dalam menciptakan ruang pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak.
“Pasti selalu didukung gerakan nasional ini. Provinsi tidak akan tinggal diam menyikapi, selalu bekerja sama dan selalu memberikan support kepada instansi mana pun yang melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada Kementerian Agama, tetapi juga kepada seluruh instansi yang memiliki program sejalan dengan upaya menciptakan perlindungan dan lingkungan aman bagi anak.
“Bukan hanya Kementerian Agama, tetapi seluruh instansi yang melaksanakan kegiatan yang sama, pemerintah provinsi akan selalu mendukung,” pungkas Zainal.
Pelaksanaan Kirab Kebangsaan dan pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Sebatik sekaligus menjadi pesan kuat dari wilayah perbatasan bahwa semangat kebangsaan, persatuan, serta perlindungan terhadap generasi muda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga masa depan Indonesia.(adv).




