TNI Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Perbatasan, di Sebatik Kembangkan Budidaya Rumput Laut, di Tarakan kembangkan Budidaya Kepiting Dan Udang

15 Oktober 2026, 10:40 WIB

SEBATIK, – TNI terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, program tersebut diwujudkan melalui pengembangan budidaya rumput laut, sementara di Kota Tarakan melalui budidaya kepiting dan udang, Kamis (15/10/2026).

 

Program Pemberdayaan Potensi Perbatasan Wilayah Nasional (Daya Pottaswilnas) yang dilaksanakan oleh Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIII ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Paban VI/Taswilnas Ster TNI, Kolonel Laut (P) Agus Izudin, S.T., mengatakan wilayah perbatasan, termasuk Kalimantan Utara, memiliki nilai strategis sehingga perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah.

 

“Wilayah perbatasan memiliki nilai strategis sebagai beranda depan negara sekaligus menjadi benteng kedaulatan bangsa, Karena itu, diperlukan perhatian dan penanganan khusus agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” jelas Agus Izudin.

 

Ia mengungkapkan, TNI melalui Kodaeral XIII melaksanakan program Daya Pottaswilnas untuk mewujudkan wilayah perbatasan yang tangguh, berdaya saing, dan sejahtera. Program tersebut menyasar pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui budidaya kepiting dan udang di Tarakan serta rumput laut di Pulau Sebatik.

 

Menurutnya, pemberdayaan potensi lokal merupakan bagian dari tugas pemberdayaan wilayah serta bentuk kepedulian TNI dalam mendukung pembangunan sesuai amanat undang-undang.

 

Agus menambahkan, keberlanjutan program tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, hingga masyarakat setempat.

 

“Harapannya, program ini dapat dilanjutkan, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kolonel Laut Agus Izudin, S.T didampingi Kolonel Mar Anjas Wicaksono M.Tr.Hanla, Aster Kodaeral XIII dan Kolonel Mar Gigih Catur Pramono S.H. M.Tr. Opsla, Kadister Kodaeral XIII, serta Letkol Laut (P) Ferdy Manase, A.Md., Pabandya Paban VI/Taswilnas Ster TNI.

 

Agus menegaskan koordinasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah perbatasan.

 

Melalui program ini, TNI berharap budidaya rumput laut di Pulau Sebatik serta budidaya kepiting dan udang di Tarakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membuka peluang peningkatan pendapatan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga perbatasan.

 

“Mari kita bersama-sama mendukung program -program pemerintah, Melalui koordinasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, kita dapat mempercepat pembangunan dan mewujudkan wilayah perbatasan yang aman, maju, sejahtera, mandiri, serta memiliki daya tangkal terhadap berbagai ancaman di masa depan,” pungkas Agus Izudin.(Adv).

Berita Lainnya