SEBATIK – Kolaborasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Patok 2 (Padu) dan TBM Garuda Perkasa (Guper) kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak Sebatik. Kali ini, kedua TBM menggelar outbound bertema “Membaca Bumi, Merawat Lingkungan” di Pantai Kayu Angin, Pulau Sebatik, Minggu (4/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 anak, 30 orang tua, serta 25 pegiat literasi dari dua TBM yang berasal dari Kecamatan Sebatik Tengah dan Sebatik Utara. Outbound ini menjadi ruang belajar alternatif yang menggabungkan literasi, permainan edukatif, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
TBM tidak hanya hadir sebagai wadah meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga sebagai ruang edukasi untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan isu perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan aksi awal dari Rencana Tindak Lanjut Program Kerja TBM dalam Advokasi Pendidikan Perubahan Iklim Kalimantan Utara, hasil pelatihan yang diselenggarakan Inovasi Kaltara di Kabupaten Malinau pada 9–10 Desember 2025 lalu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ice breaking dan senam pagi guna membangkitkan semangat anak-anak. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai permainan tantangan individu dan kelompok, seperti kerja tim, membuat kolase dari daun, hingga permainan rebut bola. Para orang tua turut ambil bagian, termasuk dalam kegiatan bersih-bersih pantai yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap alam sejak dini.
Ketua TBM Patok 2, Amran, menyampaikan bahwa kegiatan outbound ini bukan sekadar ajang silaturahmi antara pegiat literasi dan orang tua, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk memecahkan masalah, saling membantu, menghargai perbedaan, meningkatkan kreativitas, serta lebih dekat dengan alam dan aktivitas fisik.
Sementara itu, Ketua TBM Garuda Perkasa, Kamaria, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi TBM Guper berkolaborasi dalam outbound bertema advokasi perubahan iklim. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan melahirkan kerja sama yang lebih baik ke depannya, baik untuk penguatan literasi maupun pendidikan lingkungan bagi anak-anak Sebatik.
Secara konsep, kegiatan outbound ini sejalan dengan pendekatan learning by doing, di mana anak-anak belajar melalui pengalaman langsung di lapangan. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena mengaitkan proses belajar dengan lingkungan dan interaksi sosial yang mereka hadapi sehari-hari, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat.
*Versi kabarsebatik.com/asdr




