Sebatik – Kegiatan pembentukan Kampus ASI digelar dengan penuh semangat di Gedung BPU Sungai Nyamuk. Program ini merupakan kerja sama antara Universitas Borneo Tarakan dengan kelompok pendukung ASI yang berperan aktif di tingkat posyandu.”Senin(1/9).
Dalam kesempatan tersebut, Syarini, Konselor ASI Kaltara, hadir sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi seputar konseling ASI, pentingnya pemberian ASI eksklusif, serta pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berbagi ilmu pada kegiatan ini. Semoga apa yang dipelajari dapat bermanfaat dan benar-benar diterapkan untuk membantu ibu hamil dan menyusui di masyarakat, khususnya melalui posyandu,” ujar Syarini.
Ia menegaskan bahwa ilmu konseling ASI pada umumnya membutuhkan pelatihan yang jauh dan biaya yang mahal. Namun melalui kegiatan ini, kader pendukung ASI dapat memperoleh pembekalan secara gratis. “Kader cantik penuh semangat ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif,” tambahnya.
Kegiatan yang diikuti oleh kader posyandu ini bertujuan memperkuat kapasitas mereka agar lebih terampil dan percaya diri dalam memberikan konseling. Dengan begitu, posyandu dapat menjadi pusat edukasi yang mudah diakses para ibu.
Lebih lanjut, Syarini berharap Desa Sungai Nyamuk yang ditunjuk sebagai desa percontohan dapat menjadi awal lahirnya Kampus ASI di setiap desa di wilayah Sebatik. “Kalau para kader semakin terlatih, maka semakin banyak ibu yang akan terbantu, dan semakin banyak bayi yang mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat melalui ASI eksklusif,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jaringan pendukung ASI semakin luas, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif terus meningkat demi mencetak generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.
*Editan: kabarsebatik.com




