Menanam Mangrove, Menanam Harapan untuk Anak Cucu Tanjung Aru

21 Agustus 2026, 10:29 WIB

SEBATIK TIMUR — Menyadari pentingnya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan, masyarakat Desa Tanjung Aru bersama pemerintah desa, instansi terkait, Partai Demokrat, dan para relawan melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai Tanjung Aru, Jumat (21/8/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat perlindungan garis pantai menjaga kelestarian ekosistem laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

 

Kegiatan penanaman mangrove turut dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan, H. Andi Mariyati, Sekretaris DPC Partai Demokrat, Gat Khaleeb, S.Pd, Robinson ,anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik Ramsah, Srikandi Demokrat, serta Ketua PAC Partai Demokrat Sebatik,Pemerintah Desa Tanjung Aru, Sahabat Ramsah,Sahabat Nadia.

penanaman mangrove ketua DPC demokrat kabupaten Nunukan(H.andi Mariyati)

 

H. Andi Mariyati mengatakan, Desa Tanjung Aru merupakan wilayah pesisir yang memiliki keindahan laut dan garis pantai sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun, kondisi Lingkungan pesisir juga menghadapi ancaman kerusakan hutan bakau dan abrasi.

“Sebanyak 110 pohon mangrove di tanam di pantai desa Tanjung Aru kecamatan Sebatik Timur.”

 

“Kita tahu bersama, Desa Tanjung Aru berada di pesisir. Keindahan laut dan garis pantai adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun kita juga menyadari, kerusakan hutan bakau telah membuat tanah kita terkikis, air pasang makin sering masuk ke pemukiman, dan tempat hidup ikan serta hewan laut berkurang,” ujar Andi Mariyati.

 

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai tanaman penghijauan, tetapi juga menjadi benteng alami yang membantu melindungi wilayah pantai.

 

“Mangrove bukan sekadar pohon biasa. Ia adalah benteng alami yang dapat membantu menahan abrasi dan gelombang besar, menyerap karbon, serta menjadi tempat berkembangnya berbagai ekosistem laut,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, kegiatan penanaman mangrove tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman saja. Bibit yang telah ditanam harus dirawat dan dijaga secara bersama-sama agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

 

“Kegiatan hari ini bukan pekerjaan satu orang atau satu kelompok saja. Ini adalah tanggung jawab kita semua warga Tanjung Aru. Satu bibit yang kita tanam hari ini, jika dijaga bersama, akan tumbuh menjadi pelindung bagi anak cucu kita kelak,” katanya.

 

Andi Mariyati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah desa, instansi terkait, relawan hingga masyarakat Tanjung Aru yang meluangkan waktu dan tenaga.

 

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, pemerintah desa, instansi, relawan, dan warga yang sudah meluangkan waktu serta tenaga. Semoga kerja sama ini terus terjalin kuat,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap penanaman mangrove dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kawasan pesisir Tanjung Aru. Selain mencegah abrasi, keberadaan mangrove diharapkan mampu menjaga habitat biota laut serta mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir untuk generasi mendatang.(adv).

Berita Lainnya