Maulid Nabi di Ponpes Alkhairaat Sebatik, Camat Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

15 September 2026, 13:36 WIB

SEBATIK TIMUR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Alkhairaat Sebatik berlangsung khidmat dan penuh keberkahan, Senin (14/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

 

Kegiatan tersebut dihadiri para ulama dan habaib, tokoh agama, unsur pemerintah, TNI, tokoh masyarakat, para santri serta masyarakat Pulau Sebatik. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam kegiatan keagamaan di wilayah perbatasan.

 

Sejumlah ulama dan tokoh yang hadir di antaranya Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, Drs. H. S. Munthahar bin Sholeh Aljufri, Syeikh Husein Al-Bayyomi selaku Pimpinan Majelis Sholawat dari Mesir, serta Ustadz Mukhlis Latasi, Lc., M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Sebatik.

 

Turut hadir Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Utara, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Dr. Andi Muliono, S.H., M.H. dan Ramsah, Dansatgasmarinir Pam Puter XXX Sebatik, unsur Satgas Pamtas RI–Malaysia, Forkopimcam Sebatik Timur, para kepala UPT/instansi, kepala desa dan perangkat desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

 

Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para ulama, habaib dan seluruh tamu yang hadir di Pulau Sebatik.

 

Menurut Zainal, peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat dan menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Melalui majelis yang penuh keberkahan ini, kita berharap ukhuwah Islamiyah semakin kuat, silaturahmi semakin erat, dan generasi muda Sebatik semakin dekat dengan Al-Qur’an, mencintai Rasulullah SAW, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” ujar Zainal.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, persatuan dan kedamaian di Pulau Sebatik. Sebagai kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, menurutnya, kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan dan persatuan.

 

Sementara itu, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri menyampaikan tausiyah dengan mengisahkan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Dalam ceramahnya, jamaah diajak menjadikan Rasulullah sebagai teladan, khususnya dalam hal akhlak, kesabaran, perjuangan serta kecintaan kepada sesama. Pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Sebatik, Ustadz Mukhlis Latasi, Lc., M.A., juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sebatik Timur atas dukungan dan bantuan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Habib Munthahar bin Sholeh Aljufri. Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga semakin mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah, TNI, tokoh masyarakat, santri dan seluruh masyarakat serta menumbuhkan semangat persatuan dalam menjaga keharmonisan Pulau Sebatik sebagai wilayah perbatasan.(PD)Z.

Berita Lainnya