SEBATIK TIMUR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Yayasan As’adiyah Cabang Sebatik berlangsung khidmat di Masjid Nurul Huda, Pulau Sebatik, Senin malam, 7 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA hingga 23.20 WITA tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Pulau Sebatik. Peringatan Maulid ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan kepemimpinan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut penceramah AG. Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar sekaligus Pengurus Pusat As’adiyah Sengkang.
Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Hamsing, S.Pi., Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE., Camat Sebatik Dr. Kamal Suryanto, MM., M.HI., yang mewakili Ketua Yayasan As’adiyah Cabang Sebatik, para Kepala KUA se-Pulau Sebatik, Danramil Sebatik, Kapolsek Sebatik, personel Brimob, Ka UPT LLA Sebatik Dishub, Ka UPT PPDM Sebatik, staf PLBN Sebatik serta Dansatgasmar PAM Puter XXX Sebatik.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para alim ulama, guru ngaji, tokoh masyarakat, santri, wali santri dan jamaah se-Pulau Sebatik. Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya H. Nuwardi, SE., H. Momo, H. Abdul Sani, S.Ag., MM., serta Hj. Nursan, SH.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE., dibacakan oleh Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, SE.
Dalam sambutannya, Bupati Nunukan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan As’adiyah yang selama ini istiqamah melaksanakan kegiatan pendidikan dan dakwah di wilayah perbatasan.
“Sebatik adalah pintu terdepan NKRI. Kehadiran Yayasan As’adiyah di sini bukan hanya mendidik anak-anak kita dengan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan akhlak mulia,” ucap Zainal saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. Keempat sifat tersebut dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, mewakili Ketua Yayasan As’adiyah Cabang Sebatik, Dr. Kamal Suryanto, MM., M.HI., menyampaikan sejarah berdirinya Yayasan As’adiyah yang berinduk dari perjuangan Anregurutta H. Muhammad As’ad di Sengkang, Sulawesi Selatan, hingga kemudian berkembang dan hadir di Pulau Sebatik.
Dalam tausiyahnya, AG. Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai idola dan teladan utama dalam kehidupan.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui kebiasaan mengikuti ajaran dan sunnah yang beliau contohkan. Bahkan, menurutnya, hal tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca doa sebelum tidur.
“Kita semua berharap dapat dikumpulkan bersama Rasulullah saat dibangkitkan nanti dan mendapat syafaatnya,” ujarnya.
Prof. Abustani juga mengingatkan pentingnya meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW yang tidak rakus terhadap kekuasaan maupun harta, serta menjunjung tinggi kejujuran dan amanah.
Ia menegaskan, nilai-nilai kejujuran, amanah dan keteladanan tersebut sangat penting diterapkan oleh setiap orang, terlebih bagi mereka yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin dan melayani masyarakat.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Nurul Huda tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh AG. Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh kekhusyukan hingga selesai.(adv).




