Maulid di Sebatik Timur, Kyai Agus Ajak Jamaah Teladani Rasulullah dengan Dermawan dan Memanusiakan Manusia

13 September 2026, 10:02 WIB

SEBATIK TIMUR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nur Muhammad, Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, berlangsung khidmat dan semarak, Sabtu (12/9/2026) malam.

 

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut diikuti pimpinan pondok pesantren, para ustaz dan ustazah, santri, tokoh agama, tokoh masyarakat serta jamaah. Peringatan Maulid menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Hikmah Maulid disampaikan Romo Kyai Agus Kamaluddin Ismail Al-Hafidz, Pimpinan Pondok Pesantren Agung Nur Muhammad Jombang. Dalam tausiyahnya, Kyai Agus mengajak seluruh jamaah agar meneladani Rasulullah SAW secara utuh, tidak hanya dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga dalam membangun hubungan dengan sesama manusia.

 

Menurut Kyai Agus, salah satu akhlak Rasulullah yang perlu terus dihidupkan adalah sifat dermawan, peduli dan senantiasa memberikan manfaat kepada orang lain. Kekayaan maupun kecukupan yang dimiliki seseorang, kata dia, hendaknya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi.

 

“Meneladani Rasulullah bukan hanya bagaimana hubungan kita dengan Allah, tetapi juga bagaimana hubungan kita dengan manusia,” pesan Kyai Agus.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kehidupan sosial yang dilandasi sikap saling menghargai dan memanusiakan manusia. Menurutnya, kehadiran seorang Muslim di tengah masyarakat semestinya mampu memberikan ketenangan, bantuan dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

 

Sementara itu, Camat Sebatik Timur Zainal Abidinsyah, S.E., mengapresiasi terselenggaranya peringatan Maulid Nabi di lingkungan pondok pesantren tersebut. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat ukhuwah dan membentuk karakter masyarakat.

 

“Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah dan mengimplementasikan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zainal.

 

Ia menambahkan, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga beriman, berilmu dan berakhlak mulia.

 

“Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia. Sinergi pemerintah, ulama, pondok pesantren dan masyarakat harus terus kita perkuat,” tegasnya.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Sebatik Utara H. M. Asmayadi, S.H.I., M.Ag., Wakapolsek Sebatik Timur Ipda Misni, S.H., beserta jajaran, Kepala Desa Bukit Aru Indah Sahrul Azaini, S.H.I., beserta jajaran, pimpinan pondok pesantren, ustaz dan ustazah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para santri serta jamaah.

 

Suasana Maulid semakin semarak menjelang penghujung acara. Kyai Agus memberikan kuis kepada para santri dan jamaah dengan pertanyaan seputar pengetahuan keislaman dan keteladanan Rasulullah SAW.

 

Para peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah berupa uang tunai hingga ratusan ribu rupiah. Kuis tersebut disambut antusias oleh para santri dan jamaah yang hadir.

 

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Romo Kyai Agus Kamaluddin Ismail Al-Hafidz. Para jamaah mengikuti doa dengan khidmat hingga kegiatan berakhir.

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui semangat berbagi, kepedulian sosial, sikap dermawan dan saling menghargai di tengah kehidupan masyarakat wilayah perbatasan.

Berita Lainnya