SEBATIK UTARA – Meningkatkan kesiap siagaan pelajar menghadapi situasi darurat, Kapolsek Sebatik Timur hadiri sosialisasi dan simulasi penanganan bencana di SMP Negeri 1 Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Polri peduli pendidikan, kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus mendukung program Kapolri, Polisi Peduli Pendidikan.
Simulasi tersebut bertujuan melatih guru dan siswa agar mampu melakukan evakuasi secara cepat, tepat, dan tertib ketika terjadi bencana. Selain memberikan edukasi keselamatan, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 Wita di SMPN 1 Sebatik Utara, Jalan Manunggal RT 09, Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara. Sejumlah unsur TNI/Polri, pemerintah kecamatan, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, BPBD, serta pihak sekolah turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Wakapolsek Sebatik Timur Ipda Misni, S.H., Danpos Marinir Sungai Pancang Letda Mar Dian, perwakilan Danramil 0911-02/Sebatik Sertu Krisno, Sekretaris Camat Sebatik Utara Asnawi, S.E., Danton Damkar Sebatik Abdul Wahid, Kepala UPT PPDM Sebatik Taufik, S.I.P., Kepala UPT Puskesmas Sebatik Utara Muhammad Akbar, S.Farm., Kepala SMPN 1 Sebatik Utara Ambo Asse, serta perwakilan BPBD Kabupaten Nunukan Ridwan.
Kapolsek Sebatik Timur Iptu Didik Triastoro, S.H., M.H., yang diwakili Wakapolsek Sebatik Timur Ipda Misni, S.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun melalui edukasi, latihan, dan koordinasi yang baik.
“Seluruh peserta diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi bencana. Harus jelas siapa melakukan apa, sehingga penanganan dapat berjalan teratur, cepat, dan efektif,” jelasnya.
Menurut Misni, latihan secara berkala penting dilakukan agar siswa dan tenaga pendidik tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. Pemahaman mengenai prosedur evakuasi akan membantu warga sekolah mengambil tindakan penyelamatan secara tepat.
“Pemahaman yang matang dan mental yang terlatih sangat penting untuk menjaga ketenangan dan kesiapan kita semua,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, tenaga kesehatan hingga masyarakat.
“Bencana tidak mengenal sekat institusi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang solid dan komunikasi yang erat agar penanganan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sebatik Utara, Ambo Asse, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi dan simulasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap mitigasi bencana.
“Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf hingga siswa, dapat memahami prosedur evakuasi yang benar, cepat, dan tertib. Jangan anggap ini sekadar formalitas, melainkan latihan nyata untuk keselamatan kita bersama,” ujarnya.
Ambo menambahkan, kegiatan berlangsung tertib sesuai skenario yang telah disusun. Ia berharap edukasi kebencanaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar seluruh warga sekolah semakin siap menghadapi keadaan darurat.
Senada dengan itu, Kepala UPT PPDM Sebatik, Taufik, S.I.P., mengingatkan agar simulasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, hasil evaluasi perlu dijadikan dasar untuk memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan, jalur evakuasi harus dipastikan bebas hambatan, titik kumpul mudah dikenali, serta setiap kelas memiliki penanggung jawab evakuasi agar proses penyelamatan berjalan terarah.
Sekretaris Camat Sebatik Utara, Asnawi, S.E., yang mewakili Camat Sebatik Utara, turut mengapresiasi sinergi lintas instansi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi penanganan bencana terus diperkuat dengan melibatkan BPBD Kabupaten Nunukan dan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai mitra teknis.
Asnawi juga mendorong agar hasil evaluasi simulasi ditindaklanjuti melalui penyusunan SOP yang baku, teruji, dan sesuai dengan standar mitigasi bencana.
Setelah rangkaian sambutan dan doa, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi serta simulasi evakuasi yang melibatkan warga sekolah dan instansi terkait.
Melalui kegiatan ini, Polsek Sebatik Timur berharap para pelajar dan tenaga pendidik semakin memahami langkah penyelamatan diri, mengenali jalur evakuasi, serta mampu bertindak tenang saat menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian Polri terhadap pendidikan melalui edukasi keselamatan bagi pelajar. Sinergi kepolisian, sekolah, pemerintah kecamatan, TNI, tenaga kesehatan, pemadam kebakaran, dan BPBD diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman serta membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan siap menghadapi potensi bencana.(PD).




