Kapolres Nunukan Tekankan Polri Humanis di Wilayah Perbatasan, Dorong Mediasi Jadi Langkah Awal

28 Agustus 2026, 15:09 WIB

SEBATIK TIMUR  — Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya kehadiran Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kerukunan di wilayah perbatasan. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Polsek Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (28/8/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Nunukan didampingi sejumlah pejabat utama Polres Nunukan, di antaranya Yang ikut dalam rombongan Wakapolres,Kabag SDM,Kasat Reskrim,Kasat Intel,Kasi Propam,Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus memastikan pelayanan kepolisian berjalan optimal di tengah masyarakat.

AKBP Ruslaeni menekankan bahwa anggota Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mampu menjadi pelindung, pengayom sekaligus sahabat masyarakat.

 

Menurutnya, persoalan yang muncul di tengah masyarakat sebisa mungkin diselesaikan melalui pendekatan persuasif dan mediasi. Penegakan hukum, kata dia, harus menjadi langkah terakhir apabila upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak menemukan titik temu.

 

«“Untuk penegakan hukum kita itu adalah jalan terakhir. Kita bisa melakukan mediasi, kita bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat apabila ada hal-hal atau sesuatu yang terjadi di masyarakat. Kita upayakan untuk melakukan mediasi terlebih dahulu, apabila mentok baru penegakan hukum menjadi jalan terakhir,” ujar AKBP Ruslaeni.»

Kapolres juga mengajak masyarakat Sebatik untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia meminta warga tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya persoalan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

 

“Kami mengajak masyarakat Sebatik untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan selalu memberikan informasi kepada kami pihak kepolisian apabila terjadi sesuatu di masyarakat. Kami akan segera merespons guna tercipta situasi yang aman, nyaman, damai dan kondusif,” katanya.

 

Selain membahas kamtibmas, Kapolres Nunukan juga memberikan perhatian terhadap generasi muda yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

Ia meminta masyarakat tidak berkecil hati apabila memiliki anak yang ingin mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri tetapi terkendala biaya untuk mengikuti bimbingan atau persiapan seleksi.

Menurutnya, Polsek dapat menjadi tempat bagi calon peserta untuk mendapatkan pembinaan dan latihan, mulai dari persiapan fisik, kemampuan dasar hingga kesiapan psikologis.

 

“Bagi anak-anak kita yang orang tuanya kurang mampu, jangan berkecil hati. Silakan datang ke Polsek. Nanti Kapolsek bersama anggota akan membantu memberikan pembinaan dan latihan, mulai dari persiapan fisik, kemampuan dasar hingga psikologi,” jelasnya.

 

Ia menilai persiapan yang matang sangat penting karena proses seleksi anggota Polri memiliki berbagai tahapan yang harus dipahami oleh calon peserta. Jangan sampai calon peserta datang hanya bermodalkan keberanian tanpa mengetahui materi dan tahapan yang akan dihadapi.

 

“Jangan sampai anak-anak kita datang mendaftar hanya bermodalkan nekat. Mereka harus mengetahui apa saja yang akan dihadapi dalam proses seleksi. Banyak anak-anak lulusan SMA yang ketika pertama kali menghadapi soal psikologi atau tahapan tes lainnya merasa bingung. Akhirnya mereka asal menjawab dan nilainya tidak maksimal,” ungkapnya.

 

Padahal, lanjut dia, tidak sedikit peserta yang sebenarnya memiliki keinginan dan tekad kuat untuk menjadi anggota Polri. Namun, kurangnya persiapan dan pemahaman terhadap proses seleksi dapat membuat peluang mereka untuk lulus menjadi berkurang.

 

“Karena itu, saya berharap dukungan dari bapak dan ibu sekalian. Kalau ada anak-anak kita yang ingin menjadi anggota Polri, silakan datang dan berkoordinasi dengan Kapolsek. Nanti akan kita siapkan pembinaan dan pelatihan agar mereka benar-benar siap ketika mengikuti seleksi,” tegas AKBP Ruslaeni.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga meminta jajaran Polsek Sebatik Timur meningkatkan kecepatan dalam merespons setiap laporan masyarakat. Menurutnya, kecepatan pelayanan menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Khususnya personel Polsek Sebatik Timur agar segera cepat merespons apabila ada laporan-laporan dari masyarakat. Jumlah personel kita juga cukup banyak, sekitar 46 personel di sini, dan kita juga memiliki subsektor. Mudah-mudahan dengan adanya subsektor ini kita dapat cepat merespons laporan-laporan masyarakat,” pungkasnya.

 

Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Polsek Sebatik Timur sebagai ujung tombak pelayanan kepolisian di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menciptakan wilayah perbatasan yang aman, tertib dan kondusif.(adv).

Berita Lainnya