SEBATIK, NUNUKAN — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Sepak Bola Azttada 88 Sungai Taiwan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut dihadiri Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Nunukan H. Abidin Tajang, S.H., direktur RSU Sebatik ,Pimpinan Puskesmas Sei Taiwan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sebatik, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Dapil Sebatik Ramsah, para kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pelajar, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Sebatik.
Suci Jumriani, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik.Pembawa Baki
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang datang menyaksikan upacara. Pedagang UMKM turut meramaikan kawasan sekitar lokasi, sementara berbagai kegiatan lomba, permainan, kuliner yang melibatkan pelajar dan ibu-ibu PKK, kegiatan Pramuka hingga penampilan marching band menambah semarak peringatan kemerdekaan di wilayah perbatasan RI–Malaysia.
Dalam upacara tersebut, Camat Sebatik Induk Hadriyani, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Perwira upacara dipercayakan kepada Lettu Mar Widoyo, Alumni Diktupakat I yang juga menjabat sebagai Komandan Pos Balansiku.
Pembacaan teks Proklamasi dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Nunukan Dapil Sebatik, Ramsah. Sementara itu, pembawa baki dipercayakan kepada Suci Jumriani, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik.
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) yang terdiri dari putra-putri terbaik dari sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Sebatik, SMA Negeri 1 Semengaris dan SMK Mutiara Bangsa, sukses menjalankan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Momen tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.
Anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik Ramsah mengatakan, peringatan HUT RI ke-81 menjadi momentum penting untuk menjaga dan merawat semangat kemerdekaan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
“Semangat jiwa kemerdekaan harus kita rawat dengan baik. Walaupun kita berada di wilayah perbatasan, semangat kita harus tetap kuat untuk menjaga dan merawat kemerdekaan ini bersama-sama,” ujar Ramsah.
Ia juga berharap pembangunan di Kabupaten Nunukan, khususnya Pulau Sebatik, dapat terus berjalan meskipun pemerintah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
“Saya selaku anggota DPRD berharap pembangunan di Kabupaten Nunukan, khususnya Sebatik, akan terus berjalan dengan baik, baik melalui dukungan APBN maupun APBD di tengah adanya efisiensi anggaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP2D Kabupaten Nunukan H. Abidin Tajang, S.H., mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti peringatan HUT RI ke-81. Menurutnya, pelaksanaan tahun ini terlihat jauh lebih ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kita melihat momen 17 Agustus ini sangat meriah. Walaupun dilaksanakan di satu kecamatan, antusias masyarakat jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan semangat masyarakat Sebatik dalam memperingati kemerdekaan sangat tinggi,” ungkap Abidin.
Ia mengingatkan agar kemeriahan peringatan HUT RI tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
“Yang perlu kita berikan adalah motivasi kepada anak-anak dan adik-adik kita. Momen 17 Agustus bukan hanya sekadar ramai, tetapi apa yang harus kita petik dari peringatan ini. Kita harus mengingat perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa ini,” katanya.
Menurutnya, setiap masyarakat memiliki cara masing-masing dalam mengisi kemerdekaan. Pelajar harus belajar dengan baik, pegawai bekerja secara maksimal, sedangkan para pelaku usaha harus terus berusaha dan mengembangkan usahanya.
“Sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan. Sebagai pelajar, belajar dengan baik. Sebagai pegawai, bekerja dengan baik. Begitu juga pengusaha, harus bekerja dan berusaha dengan baik,” tambahnya.
Abidin juga menekankan pentingnya peran masyarakat perbatasan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebatik sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan negara.
“Kita sebagai masyarakat perbatasan harus menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan negara sekaligus meneladani semangat para pahlawan. Tema peringatan tahun ini sangat baik, yaitu bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju. Harapan kita, semangat persatuan ini benar-benar terjaga di Sebatik,” ujarnya.
Sementara itu, Suci Jumriani, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik yang dipercaya sebagai pembawa baki, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Paskibraka pada peringatan HUT RI ke-81.
“Perasaan saya sangat bahagia. Ini pengalaman besar bagi saya di usia 15 tahun. Saya merasa senang sekali karena bisa menjalankan tugas bersama teman-teman Paskibraka,” ungkapnya.
Peringatan HUT RI ke-81 di Sebatik tidak hanya menjadi simbol perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, nasionalisme dan semangat kebangsaan masyarakat di wilayah perbatasan.
Kemeriahan yang ditunjukkan masyarakat melalui upacara, berbagai perlombaan, kegiatan kuliner, keterlibatan pelajar, ibu-ibu PKK, Pramuka hingga marching band menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tetap menyala di Pulau Sebatik, sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia.(adv).




