HUT RI ke-80 di Sebatik: Momentum Refleksi Makna Kemerdekaan di Perbatasan

17 Agustus 2025, 12:27 WIB

Sebatik, Nunukan — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sebatik Induk, Minggu (17/8/2025), berlangsung khidmat sekaligus sarat makna. Bagi masyarakat perbatasan, momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan refleksi tentang hadirnya negara dalam setiap aspek kehidupan.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan asal Sebatik, H. Firman, menegaskan bahwa kemerdekaan harus benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah terluar. “Ini bukan hanya perayaan simbolis, tetapi momentum refleksi terhadap makna kemerdekaan yang sesungguhnya: hadirnya negara dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah perbatasan. Kita ingin memastikan masyarakat Sebatik benar-benar merasakan hasil pembangunan, akses pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keamanan, dan kesejahteraan,” ujarnya usai upacara di halaman SMA Negeri 1 Sebatik.

Firman menekankan, perbatasan tidak boleh dipandang sebagai “halaman belakang”, melainkan beranda terdepan bangsa. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar menjadi agen perubahan. “Anak muda Sebatik harus berani bermimpi besar, belajar setinggi mungkin, dan kembali membangun kampung halamannya. Kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara yang relevan: lewat pendidikan, inovasi, kewirausahaan, dan menjaga persatuan,” tegasnya.

Menurut Firman, tantangan utama masyarakat perbatasan masih berkutat pada akses infrastruktur dasar, pemerataan layanan publik, hingga perlindungan sosial-ekonomi. Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga menghadapi tantangan serius terkait keamanan, identitas nasional, dan daya saing ekonomi. “Kita harus terus memperkuat nasionalisme dan membangun daya saing masyarakat perbatasan agar tidak tertinggal dari daerah lain,” imbuhnya.

Sebagai wakil rakyat, Firman menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sebatik. “Kami di DPRD akan terus mengawal program prioritas seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi menjadi kunci akselerasi pembangunan di perbatasan,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan harapan agar Sebatik bisa menjadi contoh keberhasilan pembangunan wilayah perbatasan yang maju dan mandiri. “Kita ingin melihat Sebatik yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga kuat dalam SDM, kokoh dalam nasionalisme, serta berperan aktif menjaga kedaulatan NKRI. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, sudah saatnya Sebatik mendapat tempat setara dalam peta pembangunan nasional. Kami juga tetap berjuang untuk pemekaran Sebatik menjadi kota,” tutupnya.

*Editan: kabarsebatik.com

Berita Lainnya