KABARSEBATIK — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sebatik Tengah sejak Rabu malam hingga dini hari Kamis (6/11/2025) menyebabkan banjir di Desa Aji Kuning. Genangan air merendam sejumlah titik, terutama di Jl. Mulawarman RT 11, hingga membuat akses jalan utama lumpuh sementara.
Warga setempat menyebut air mulai naik sekitar pukul 01.00 WITA dan semakin tinggi menjelang subuh. Kondisi ini membuat sebagian warga berjaga di rumah masing-masing untuk mengantisipasi air masuk ke dalam rumah. Banjir kali ini disebut lebih parah dibanding sebelumnya karena selain hujan deras, air laut juga dalam kondisi pasang besar. 
Asdar, wakil ketua BPD Desa Aji Kuning yang akrab disapa Abang Alonk, saat dihubungi media melalui pesan seluler, menjelaskan bahwa wilayah RT 11 dan RT 12 memang sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun.
“Kalau di daerah RT 11 dan RT 12 itu memang sudah langganan banjir. Tapi semalam itu intensitas hujannya sangat tinggi dan air laut juga sedang pasang, jadi air tidak cepat surut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ketinggian air kali ini bahkan mencapai kolong rumah warga hingga setinggi paha orang dewasa. Air mulai surut sekitar tiga jam kemudian, namun genangan bertahan lebih lama dari biasanya. Di sekitar Masjid Al-Aqsa, air menutup sebagian badan jalan dan membuat anak-anak serta pengendara sulit melintas.
Selain banjir, hujan deras juga menimbulkan dampak lain di wilayah sekitar. Sebuah pohon tumbang menerpa rumah warga di RT 06 Desa Aji Kuning, sedangkan di Dusun Berjoko Sungai Limau dilaporkan terjadi tanah longsor dan jembatan roboh akibat derasnya aliran air.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk meninjau lokasi dan melakukan langkah cepat penanganan darurat agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Kami berharap ada tindakan cepat dari pemerintah, terutama untuk perbaikan jembatan dan pembersihan material longsor. Karena jalan ini akses utama warga,” jelas Asdar menutup keterangannya.
*Liputan Redaksi: kabarsebatik.com




