Sebatik – Masyarakat perbatasan kembali mempertanyakan kehadiran negara. Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Yakub, S.Kep., Ns. (PKS) menegaskan bahwa lambannya pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik telah lama menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada kehidupan warga.”Senin(25/8).
Menurutnya, secara geografis Pulau Sebatik jauh lebih dekat dengan Tawau, Malaysia, namun warga masih harus menempuh perjalanan panjang ke Nunukan hanya untuk menyeberang. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat tidak efisien karena membutuhkan waktu lebih lama serta biaya lebih besar.
“Keresahan masyarakat Sebatik ini sudah berlangsung lama. Posisi kita sangat dekat dengan Malaysia, tapi untuk menyeberang justru harus terlebih dahulu ke Nunukan. Padahal, secara geografis Sebatik jauh lebih dekat dengan Tawau,” tegas Andi Yakub.
Ia menekankan bahwa pemerintah pusat harus segera mengambil langkah nyata untuk menjawab keresahan tersebut dengan mengoperasikan PLBN Sebatik yang selama ini hanya berdiri megah tanpa fungsi.
“Bangunan fisik PLBN memang sudah ada, tetapi hingga kini belum juga difungsikan. Ini menimbulkan tanda tanya besar. Mewakili seluruh masyarakat Sebatik, kami mendesak agar pemerintah pusat segera mengaktifkan dan mengoperasikan PLBN tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Yakub menyampaikan kabar baik yang baru diterima dari Kantor Staf Presiden (KSP).
“Alhamdulillah, baru saja kami mendapat informasi bahwa pada hari Rabu, 3 September, akan dilakukan penyusunan dokumen untuk penandatanganan kesepakatan bersama Presiden guna menjadikan Pelabuhan Sebatik sebagai exit–entry point resmi Indonesia–Malaysia di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Selama ini, pemerintah sendiri belum mengakui PLBN Sebatik sebagai exit–entry point. Insya Allah, pada hari Rabu nanti hal ini akan mulai dieksekusi,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan agar rencana tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas.
“Harapan kami, keputusan ini bukan hanya sebatas wacana, melainkan benar-benar diwujudkan demi menghadirkan keadilan bagi masyarakat perbatasan. Kami akan terus mengawal informasi yang membahagiakan ini agar terealisasi, sehingga masyarakat Sebatik benar-benar merasakan kehadiran negara dan mendapatkan haknya sebagai warga perbatasan NKRI,” pungkasnya.
*Editan :kabarsebatik.com.




