NUNUKAN — Kondisi peralatan di Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Nunukan Selatan mendapat perhatian dari Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan. Dalam kunjungannya, ditemukan sejumlah peralatan pendukung operasional pemadam dan penyelamatan yang masih terbatas, bahkan sebagian dinilai sudah kurang layak digunakan.Senin(21/09).
Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam ,SH,Mpi, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nunukan. Menurutnya, petugas Damkar memiliki tugas yang tidak hanya berkaitan dengan pemadaman kebakaran, tetapi juga penyelamatan warga, evakuasi korban, hingga penanganan berbagai kondisi darurat.
“Terus terang, kondisi peralatan yang kami lihat sangat memprihatinkan. Di satu sisi petugas dituntut selalu siap menghadapi berbagai kondisi darurat, tetapi di sisi lain peralatan yang menjadi senjata utama mereka masih sangat terbatas,” ujar Andi Fajrul Syam.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut fasilitas kantor, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan petugas dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Dari hasil kunjungan tersebut, terdapat sejumlah kebutuhan yang dinilai perlu segera diinventarisasi. Di antaranya penambahan satu unit tandu untuk mendukung proses evakuasi dan penyelamatan korban serta SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) untuk melindungi petugas ketika harus memasuki lokasi dengan asap tebal atau lingkungan berbahaya.
Selain itu, Damkar juga membutuhkan sedikitnya tiga unit chainsaw berukuran lebih besar. Peralatan yang tersedia saat ini relatif kecil, sementara petugas kerap menghadapi kejadian seperti pohon tumbang, akses yang terhalang, maupun operasi penyelamatan yang membutuhkan peralatan dengan kemampuan lebih besar.
Kebutuhan lainnya meliputi selang pemadam berukuran 2,5 inci dan 1,5 inci berbahan rubber, mesin atau pompa portable, serta perlengkapan keselamatan khusus untuk menangani tawon, ular, dan satwa berbahaya lainnya.
Menurut Andi Fajrul , tugas Damkar di lapangan telah berkembang. Petugas tidak hanya datang ketika terjadi kebakaran, tetapi juga menjadi salah satu garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi penyelamatan.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi kebakaran besar, petugas kesulitan melakukan penyelamatan, atau bahkan ada korban karena keterbatasan alat,” tegasnya.
Ramsah mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan agar kebutuhan peralatan tersebut segera diinventarisasi secara teknis, kemudian dihitung kebutuhan anggarannya untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau kebutuhan ini memang sudah dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan anggarannya memungkinkan, tidak ada alasan untuk menunda-nunda,” katanya.
Ia menekankan bahwa keberanian saja tidak cukup bagi seorang petugas pemadam. Mereka harus didukung perlengkapan keselamatan yang memadai agar dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus mengurangi risiko ketika berada di lokasi berbahaya.
“Petugas pemadam tidak boleh hanya dibekali keberanian. Mereka juga harus dibekali peralatan yang memadai. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah, dan keselamatan petugas juga merupakan tanggung jawab pemerintah,” pungkas Andi Fajrul.(adv).




