Kabarsebatik.com – Nunukan. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H., kembali menerima sejumlah keluhan dari warga terkait program bantuan pemerintah, khususnya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan bantuan rumah rehat bagi warga kurang mampu.
Saat dihubungi oleh media, Andi Fajrul Syam menjelaskan bahwa ada warga yang mengadu karena anaknya tidak mendapatkan bantuan KIP, padahal kondisi ekonomi keluarga tersebut sangat terbatas. Warga tersebut khawatir anaknya akan putus sekolah karena tidak mampu membiayai kebutuhan pendidikan di tingkat SMA.
“Warga menyampaikan bahwa anaknya tidak mendapat bantuan KIP, padahal mereka termasuk keluarga kurang mampu. Saya memahami kekhawatiran itu, karena pendidikan anak jangan sampai terhenti hanya karena persoalan biaya. Maka dari itu, saya akan bantu memfasilitasi pengurusan KIP agar bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Andi Fajrul Syam.
Selain itu, Ketua Komisi II DPRD Nunukan ini juga menerima keluhan dua warga lainnya yang tidak mendapatkan bantuan rumah rehat, meski mereka merasa layak menerima karena kondisi ekonomi yang terbatas.
“Semalam juga ada warga yang menyampaikan soal bantuan rumah rehat. Mereka merasa layak karena tergolong tidak mampu, tapi belum terdata sebagai penerima. Hal-hal seperti ini tentu perlu kita tindak lanjuti bersama dinas terkait agar penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Andi Fajrul menegaskan bahwa dirinya bersama Komisi II DPRD Nunukan akan terus menampung dan menindaklanjuti setiap aspirasi maupun keluhan masyarakat, agar program pemerintah benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
“Kami di DPRD akan terus berupaya menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah, terutama dalam hal pemerataan bantuan sosial dan pendidikan,” pungkasnya.
* Liputan Redaksi:kabarsebatik.com




