Jangan Biarkan Warga Jadi Korban Data, Andi Fajrul Syam Minta Pemda Turun Lapangan

9 September 2026, 19:52 WIB

NUNUKAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H., M.Pi., meminta pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan lebih aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan data masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi riil.Rabu(09/09).

 

Menurutnya, pendataan masyarakat, termasuk berdasarkan desil, tidak cukup hanya mengandalkan data yang tercatat dalam sistem. Pemerintah kelurahan dan kecamatan memiliki fungsi penting untuk melakukan verifikasi dan validasi secara langsung agar masyarakat yang membutuhkan tidak justru terlewat.

 

“Harus betul-betul turun ke lapangan melihat kondisi riil masyarakat, apakah sesuai desil atau tidak. Jangan hanya melihat data yang ada di sistem,” tegas Andi Fajrul Syam.

 

Ia menegaskan, apabila ditemukan data yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pemerintah tidak boleh hanya menjadikan data tersebut sebagai alasan. Sebaliknya, data yang keliru harus segera diperbaiki agar sesuai dengan kondisi masyarakat sebenarnya.

 

“Kalau data tidak sesuai fakta, jangan hanya mengatakan itu datanya dan alasan lainnya. Tetapi perbaiki datanya. Pemerintah harus memastikan data yang digunakan benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat,” ujarnya.

 

Andi menilai, akurasi data sangat menentukan ketepatan sasaran berbagai program bantuan dan kebijakan pemerintah. Kesalahan data berpotensi membuat masyarakat yang seharusnya mendapatkan perhatian justru tidak terakomodasi, sementara mereka yang tidak lagi memenuhi kriteria bisa saja masih tercatat.

 

“Masyarakat bukan sekadar angka dalam sistem. Mereka manusia yang harus dilihat, diverifikasi dan diperjuangkan haknya,” katanya.

 

Karena itu, ia mendorong kelurahan dan kecamatan tidak pasif menunggu laporan, tetapi melakukan langkah jemput bola dengan mengecek kondisi masyarakat secara langsung. Verifikasi di lapangan dinilai penting untuk memastikan perubahan kondisi ekonomi warga dapat segera tercermin dalam data.

“Data harus mengikuti fakta, bukan fakta dipaksa mengikuti data. Kalau kenyataan di lapangan berubah, maka datanya juga harus diperbarui,” pungkasnya.(PD).

 

 

Berita Lainnya