NUNUKAN – Kepolisian Resor (Polres) Nunukan mengajak kalangan anak muda dan remaja untuk menjauhi praktik judi online (judol) yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Imbauan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif di Studio LPP RRI Nunukan, Kamis (24/9/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 13.20 hingga 14.30 WITA itu, IPTU Andi Irwan selaku Kasat Binmas Polres Nunukan hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif bertema “Pencegahan Judi Online yang Mengintai di Kalangan Anak Muda/Remaja” yang disiarkan melalui live streaming.
IPTU Andi Irwan mengatakan, pencegahan judi online membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari kepolisian, orang tua, lingkungan pendidikan hingga masyarakat. Anak muda, menurutnya, perlu memahami bahwa judi online bukan jalan untuk mendapatkan kekayaan secara cepat.
“Tidak ada orang kaya karena judi. Itu hanya jebakan bandar. Alihkan waktu ke kegiatan positif seperti olahraga, organisasi atau menyalurkan hobi kreatif. Kalau ada teman yang mengajak, berani katakan tidak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih peka terhadap aktivitas digital anak. Pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler perlu dilakukan dengan membangun komunikasi yang terbuka, sehingga anak tidak merasa takut untuk menceritakan persoalan yang dihadapinya.
“Orang tua perlu lebih peka terhadap aktivitas digital anak. Bangun komunikasi yang terbuka, bukan dengan cara membentak,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, IPTU Andi Irwan juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya dengan berbagai promosi judi online maupun iming-iming kemenangan. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat bermula dari nominal kecil dan kemudian berkembang menjadi kerugian yang lebih besar.
“Jangan pertaruhkan uang jajan, uang kuliah, gaji, bahkan masa depan hanya karena mengejar kemenangan yang belum tentu datang. Jangan sampai Rp10 ribu hari ini menjadi awal hilangnya jutaan rupiah, kepercayaan orang tua, pendidikan, pekerjaan bahkan masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bagi anak muda yang sudah terlanjur bermain judi online, tidak perlu malu untuk berhenti dan mencari bantuan. Mereka dapat bercerita kepada orang tua, guru maupun pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Kalau sudah terlanjur bermain, jangan malu untuk berhenti. Kalau sudah punya masalah, jangan sembunyikan. Cari bantuan. Kalian boleh kalah dalam permainan, tetapi jangan pernah kalah dalam menentukan masa depan,” katanya.
IPTU Andi Irwan juga mengingatkan bahwa kemenangan yang ditampilkan dalam promosi judi online tidak boleh dijadikan alasan untuk ikut bermain. Ia meminta anak muda tidak mudah tergiur ketika ada teman yang memamerkan kemenangan atau mengajak mencoba.
“Bandar judi tidak akan pernah mau rugi. Jangan mudah tergiur dengan kemenangan yang dipamerkan. Lingkungan pertemanan yang sehat adalah mereka yang saling mendukung untuk berprestasi, bukan yang mengajak ke jurang kehancuran,” ungkapnya.
Ia mengajak generasi muda Nunukan mengalihkan energi dan waktu luang kepada kegiatan produktif, seperti olahraga, seni, organisasi, belajar maupun mengembangkan keterampilan digital yang dapat memberikan manfaat nyata.
“Gunakan HP untuk belajar, bekerja, berkarya dan membangun masa depan. Jangan gunakan HP untuk mempertaruhkan masa depan,” pesannya.
Selain itu, masyarakat yang menemukan situs atau promosi judi online di media sosial diminta segera melaporkannya melalui layanan pengaduan resmi kepolisian atau menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
Menutup dialog, IPTU Andi Irwan memberikan pesan khusus kepada anak muda Nunukan yang mengikuti siaran tersebut. Ia meminta mereka segera berhenti apabila saat ini masih membuka atau memainkan judi online.
“Jangan percaya kalimat ‘sekali lagi pasti menang’. Masa depan kalian jauh lebih mahal daripada maxwin sesaat,” pungkasnya.
Dialog interaktif tersebut turut dihadiri Kepala LPP RRI Nunukan Fayakun Furu, S.E., presenter RRI Diah, staf LPP RRI Nunukan, personel Sat Binmas Polres Nunukan serta ratusan pemirsa dan pendengar yang mengikuti kegiatan melalui YouTube RRI Nunukan, Facebook dan WhatsApp. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.(Kstb).




